Keledai

minggu-palma-10

Minggu, 25 Maret 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Matius 21:1-11

Firman ini menggambarkan bahwa hal tersebut merupakan hubungan kita dengan Tuhan, keledai betina yang digambarkan di firman tersebut merupakan kita sebagai mempelai-Nya Tuhan.

  1. Menjadi keledai yang dilepaskan dari tambatannya.

Dikatakan bahwa seekor keledai tersebut ‘tertambat’, tertambat memiliki arti terikat, dulu hidup kita ini tertambat pada dosa. Tetapi ketika ada Yesus, Dia mengatakan: “Lepaskanlah dia!”. Hidup kita juga sama, saat Tuhan Yesus masuk dalam hidup kita maka Dia akan berkata: “Lepaskanlah dia!”, sebab hidup kita akan dipakai oleh Tuhan, seperti Yesus memakai keledai yang tertambat. Oleh sebab itu ada orang-orang yang dipanggil, dipilih, dan ditetapkan. Detik ketika terima Tuhan Yesus maka kita ini dibebaskan dari dosa-dosa kita, maka kita termasuk orang-orang yang dipanggil. Langkah berikutnya adalah menjadi orang-orang yang dipilih. Seperti apa pun hidup kita ini, saat Tuhan memerlukan hidup kita maka akan terjadi kelepasan yang dari Tuhan. Hidup kita perlu dilepaskan baru Tuhan bisa memakainya. Seperti keledai yang tetap tertambat tanpa dilepaskan, bagaimanakah keledai tersebut bisa dipakai oleh Yesus, dan Yesus tidak bisa dimuliakan. Untuk hidup kita bisa memuliakan Tuhan Yesus, maka hidup kita ini harus dilepaskan dari keterikatan dari manusia lama kita.

  1. Menjadi keledai yang bodoh.

Kemudian selama hidup kita ini dipakai Tuhan, Tuhan inginkan agar hidup kita ini seperti keledai, yaitu ‘bodoh’, sebab keledai itu melambangkan binatang yang paling bodoh. Artinya saat Tuhan pakai hidup anak-anak-Nya, sering kali anak-anak-Nya ini merasa sok pintar. Sering kali anak-anak Tuhan memakai inisiatifnya sendiri, merasa mampu, merasa bisa, padahal Tuhan inginkan agar kita ini mengandalkan arahan dari Tuhan.

1 Samuel 13:5-14

Seperti Saul yang mengambil inisiatif sendiri, bahkan inisiatif tersebut dikemas dalam hal rohani, hukumnya yang seharusnya memberikan korban bakaran adalah Samuel dan Saul tidak berhak. Misalnya adalam hal perpuluhan, ada orang-orang yang mengambil inisiatif sendiri untuk membagi-bagi perpuluhan dengan alasan yang rohani, semestinya Tuhan tidak menyukai hal tersebut. Saat kita ingin memberkati orang lain, seharusnya memberi di luar dari perpuluhan. Saat inisiatif yang berperan maka hidup kita tidak akan berada dalam ketepatan bersama Tuhan.

Matius 21:5

Keledai yang dipakai Tuhan adalah keledai beban yang muda. Artinya adalah saat kita dipakai oleh Tuhan kita harus memiliki tanggung jawab memikul beban. Saat Tuhan menyuruh untuk melakukan sesuatu, maka hidup kita seharusnya tidak perlu ada pertimbangan-pertimbangan tetapi harus segera melaksanakannya. Kadang Tuhan ingin kita ini memiliki jiwa yang muda, karena anak-anak muda saat disuruh biasanya tidak berpikir dan biasanya melakukan dulu, berpikirnya di belakang. Dalam hidup kita harus sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Dalam mengambil keputusan kita seharusnya tanya terlebih dahulu kepada Roh Kudus. Jika kita sok pintar, maka ujung-ujungnya ada kehancuran. Jika saja Hawa sebelum makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Tuhan, maka seharusnya tidak akan terjadi kejatuhan manusia. Kita harus melatih berkonsultasi dengan Tuhan melalui hal-hal yang simpel, misal tanya Tuhan hari ini kita harus pakai baju model seperti apa dan warna apa, hari ini mau masak apa, dan lain sebagainya. Dari hal yang simpel tersebut, maka saat kita mengalami sesuatu yang besar maka kita akan dapat menunggu terlebih dahulu arahan dari Tuhan. Lucifer jatuh karena dia mengambil inisiatif untuk menyamai Tuhan, sehingga mengambil keputusan karena kita sok pintar dapat disamakan dengan dosa kesombongan.

Konon ada malaikat bernama Azazeel, dia melihat banyak manusia di bumi yang diperdaya oleh Lucifer, maka Azazeel mengambil insiatif untuk membantu manusia yang ada di bumi untuk menolong dan mengajari manusia untuk menghadapi Lucifer. Tetapi pada saat Azazeel akan kembali ke surga, Tuhan menolak dia karena Azazeel tidak bertanya dahulu pada Tuhan akan perbuatan yang akan dilakukannya.

Pada saat Saul berperang dengan bangsa Amalek dan Tuhan memerintahkan agar semua orang Amalek beserta ternak-ternaknya harus ditumpas habis, namun Saul tidak melakukan tepat seperti yang Tuhan mau. Hewan-hewan ternak bangsa Amalek tidak ditumpas bahkan Agag, raja bangsa Amalek, tidak dibunuh, Saul lebih mendegarkan suara rakyatnya padahal Saul lah raja atas mereka. Hal ini menimbulkan ketidaksukaan Tuhan terhadap Saul.

Matius 21:6

  1. Menjadi keledai yang tidak lupa diri.

Ketika kita dipakai Tuhan, kita harus sadar bahwa kita ini hanya sebuah alat. Jangan sampai kita merasa hebat. Suatu saat pak Lukas didoakan oleh seorang hamba Tuhan, dan hamba Tuhan tersebut berkata: “Saya melihat sarung tangan emas”. Waktu itu pak Lukas tidak mengerti arti ‘sarung tangan emas’ tersebut. Kemudian pada saat pak Lukas sedang menyembah Tuhan, Tuhan berkata: “Engkau tahu artinya sarung tangan emas? Itu artinya hanyalah sebuah alat. Engkau itu tidak lebih daripada sebuah sarung tangan”. Jadi dari bahan apa pun sarung tangan itu, walaupun dari emas sekali pun, namun itu tetaplah hanya sarung tangan, yang berharga adalah tangan yang memakai sarung tangan tersebut (Tuhan). Ketika sarung tangan tersebut dilepas, apakah sarung tangan tersebut bisa melakukan sesuatu? Tidak, bukan?! Sering kali ketika hidup kita dipakai oleh Tuhan, diberkati oleh Tuhan, seakan-akan diri kita ini yang hebat, padahal Tuhanlah yang hebat. Yang membuat kita hebat ini sebenarnya adalah siapa yang di balik diri kita ini, yaitu Tuhan, sekali pun kita ini tidak ada apa-apanya. Pada saat Yesus ditinggikan dan dielu-elukan saat naik keledai (kita), apa yang terjadi saat keledai (kita) tersebut merasa dipuji dan mencuri kemuliaan kemudian tiba-tiba keledai (kita) tersebut berdiri dan menerima pujian maka Tuhan Yesus akan jatuh, artinya keledai (kita) tersebut mencuri kemuliaan Tuhan.

Oleh karena itu, kita harus minta pada Tuhan agar diri kita dilepaskan dari segala ikatan manusia lama kita, jangan memiliki inisiatif sendiri, dan janganlah lupa diri sebab semua berasal dari Tuhan.

Roma 8:28

Mari belajar untuk rendah hati dan jangan mencuri kemuliaan Tuhan, semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Pelayanan di Filipina

Indonesia-Philippines

Shalom saudara terkasih di dalam Tuhan,

AOC Manado akan melayani saudara-saudara kita di Filipina, tepatnya di General Santos City. Di sana kami akan melayani orang-orang Indonesia yang tinggal di Filipina. Mayoritas pekerjaan mereka adalah nelayan yang secara ekonomi dapat dikatakan kalangan bawah. Di sana kami juga akan melayani sekolah-sekolah.

Bagi saudara yang ingin ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, silahkan bantu kami dalam doa agar terjadi lawatan yang luar biasa. Bagi yang terbeban untuk membantu dalam bentuk donasi, saudara dapat menabur benih dengan transfer ke nomor rekening BCA: 026-215-3311 (a. n. Sutikno Wijaya).

Info lebih lanjut silahkan menghubungi: 085-262-555-777.

Salam God’s revival!!

Melayani dengan Spirit of Excellent

 

Excellentservice

Minggu, 23 Maret 2014

Ev. Nova Naomi Kumendong

 

Keluaran 35 : 30-35

Mari pertajam panggilan kita dalam Tuhan, bangkitkan gelora cinta, tanpa bersungut-sungut, maka itu menjadi syarat untuk Tuhan akan memperlengkapi kita dengan spirit of excellent yaitu roh keahlian, pengertian, dan pengetahuan dalam segala macam pelayan serta pekerjaan. Setiap kita di perlengkapi oleh Tuhan, dan kalau itu menjadi kerinduan kita, maka kita perlu meminta spirit of excellent sampai maksimal dalam pelayanan. Mulailah segala sesuatu dengan sprit of excellent.

Ada 5 hal Tuhan akan memperlengkapi kita, kita akan diberikan roh keahlian. Hal ini dapat kita pelajari dari:

1. Bezaleel, artinya dalam bayang-bayang Tuhan (“bayangan” mengikuti gerakan kita).

Bezaleel artinya kita belajar melakukan tepat seperti yang Bapa lakukan. Lakukan segala sesuatu seperti yang Tuhan lakukan atau perintahkan, jangan seenak-enaknya yang mau kita lakukan, jangan sesuai dengan keinginan hati kita sendiri. Tapi belajar dalam bayang-bayang Tuhan, tunggu apa maunya Tuhan atau apa perintah Tuhan untuk kita.

Seperti apa yang dikatakan Tuhan Yesus saat pernikahan di Kana: “Bapa belum menunjukkan kepada Aku, belum bisa aku lakukan, waktu-Ku belum tiba.” Kita harus belajar melakukan tepat seperti yang Bapa lakukan, mempunyai mata rohani yang terbuka, serta mengerti tentang apa yg Tuhan mau. Tuhan pilih kita dan penuhi kita dengan roh keahlian.

2. Uri, artinya kobaran api.

Ibrani 1:17

Kita adalah pelayan-pelayan api Tuhan, sehingga minimal di manapun kita berada maka kita harus membawa apinya Tuhan: api kegerakan, cinta akan Tuhan, pemulihan, menyemangati yang lemah, dsb.

Kalau kita sadar bahwa dalam diri kita adalah pelayan api Tuhan, maka kita akan tahu bagaimana cara membangkitkan kobaran api Tuhan itu. Belajarlah melakukan kasih, beri makan roh kita, bangkitkan diri kita, menyemangati diri sendiri, belajar bangkitkan roh keahlian yang ada dalam diri kita, dengan berbagai cara (misal: baca Alkitab, dengarkan firman Tuhan) kita bisa mendapatkan urapan Tuhan. Di mana kita berada, kita harus membawa api Tuhan, kobarkanlah  api, ini adalah tugas kita.

Belajar mempunyai mental yang berkata: “Aku ini mempunyai roh yang luar biasa, dipakai Tuhan luar biasa.” maka kita menjadi rekan kerja Allah, atau duta-duta-Nya ini adalah kehormatan bagi kita, sehingga cara melayani, melakukan apapun beda karena ada otoritas yang menyertai kita. Kunci segalanya adalah dekatkan diri kita dengan Tuhan, maka fasilitas demi fasilitas pasti mengikuti kita. Jangan kejar fasilitasnya saja, tetapi cari yang menjadi sumber fasilitas atau berkat yaitu Tuhan, belajar serius dalam melayani Tuhan, belajar melakukan semua dengan kobaran api, passion, dan belajar dekat dengan Tuhan.

3. Hur, artinya white lenan (lenan putih).

Hur berbicara tentang service atau pelayanan, yaitu cara melayani dan melakukan dlm banyak hal. Kalau pelayanan kita menyentuh hati Tuhan, maka fasilitas apa saja Tuhan pasti akan berikan. Jangan melayani Tuhan hanya asal-asalan saja, karena jika pelayanan kita berhasil menyentuh hati Tuhan, tanpa kita kejar atau meminta-minta ke Tuhan, maka berkat atau fasilitas akan Tuhan berikan secara langsung.

4. Aholiab, artinya kemah dari Bapa.

Untuk kita diperlengkapi lebih lagi, maka kita harus belajar suka tinggal dalam kemah Bapa di Sorga, punya tempat tersembunyi dengan Tuhan. Bagaimana caranya kita bisa bersembunyi dalam kemah Tuhan? Lakukan yang masing-masing kita tahu misalnya: menyendiri berdoa di kamar, berkomunikasi dengan Tuhan saat sedang jalan-jalan, memandang laut dan menikmati apa yang kita lihat sambil berkomunikasi dengan Tuhan, dll.

Selain sibuk dalam pelayanan dan segala macam kegiatan apapun, kita tetap harus suka tinggal di kemah Bapa Sorgawi karena ini adalah kunci dari segalanya. Cari waktu untuk mempunyai keintiman dengan Tuhan kita.

5. Ahisamakh, artinya saudara yang memberi dukungan.

Saling memberi dukungan sebagai saudara, dalam pelayanan kita harus saling memberi dukungan (misal: doa, teguran yg membangun, dll). Belajar menjadi saudara yang mendukung.

 

Kesimpulannya adalah kita harus belajar memberikan service of excellent di mana pun kita berada (baik dalam pelayanan maupun di sekuler). Service of excellent artinya melakukan lebih dari pada yang diminta, memberikan yang terbaik atau sebaik-baiknya, jangan asal-asalan saja kepada Tuhan atau sesama.

Dalam hidup harus kita berikan segala-galanya buat Tuhan, sepenuhnya menyukakan hati Tuhan. Oleh karena itu penting untuk memiliki hati hamba.

Tuhan Yesus memberkati.

14.14.14

141414

Kamis, 20 Maret 2014

 Pdt. Chris Muntu

 

Pada awalnya ketika pak Chris Muntu mendapat undangan untuk mengikuti kegerakan 14.14.14 tidak bisa menerima dan mempunyai pikiran yang negatif, yaitu ini semua mistik. Sampai pada suatu saat pak Chris Muntu menyelidiki akan arti 14.14.14 di Alkitab, dan ternyata kegerakan 14.14.14 itu Alkitabiah.

 

1. Hari Kemerdekaan.

Keluaran 14:13-14

Ayat tersebut berbicara mengenai kemerdekaan, yaitu ketika umat Tuhan keluar dari tanah Mesir. Pada saat orang-orang Mesir menghimpit, maka Tuhan memberikan keselamatan atas orang Israel. Pada Keluaran 14 ayat 14 dikatakan: “Tuhan akan berperang untuk kamu dan kamu akan diam saja.” Kita ini adalah orang-orang Israel secara rohani, dan pada saat kita melakukan kegerakan 14.14.14 maka Tuhan akan berperang bagi kita dan keselamatan dari Tuhan datang dalam hidup kita.

 

2. Hari Raya Paskah.

Bilangan 28:16

“Dalam bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu adalah Paskah bagi Tuhan.”

Paskah dalam bahasa aslinya adalah Passover atau Tuhan melaluinya. Waktu Tuhan mau menuai bangsa Mesir dengan membunuh anak-anak sulung, maka Tuhan memberi perintah untuk mengoleskan darah anak domba pada ambang pintu rumah tiap-tiap orang Israel dan setiap rumah yang ada darah anak dombanya tidak akan terkena tulah Tuhan. Dan inilah yang menjadi dasar hukum bahwa darah Kristus telah membebaskan hidup kita, yaitu Paskah.

 

3. Hari Raya Purim.

Ester 9:1-9

Hari raya Purim adalah perayaan akan pembalikan keadaan di mana pejabat yang bernama Haman ingin membinasakan bangsa Israel tetapi justru yang terjadi adalah sebaliknya. Bangsa Israel mempertahankan nyawanya dan menumpas musuh-musuhnya. Hari kemenangan itu dirayakan pada hari keempat belas bulan Adar.

 

4. Hari Penobatan Sebagai Duta Kerajaan Allah.

Matius 1:17

“Jadi seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.”

Suatu saat pak Chris Muntu sedang melakukan mezbah keluarga dan membahas tentang Matius 1:1-7. Di tengah-tengah pak Chris Muntu sedang sharing, kedua anaknya mengatakan: “Pa, di Alkitab ada yang salah. Dari pembuangan ke Babel sampai Kristus cuma ada tiga belas keturunan, bukan empat belas.” Singkat cerita, Roh Kudus menjelaskan kepada pak Chris Muntu bahwa yang keempat belas itu adalah kita. Karenan Kristus adalah Kepala dan kita gereja adalah tubuh-Nya. Firman ini menjelaskan bahwa kita dipilih sebagai duta-duta Kerajaan Allah untuk mengabarkan Injil dan mewakili Tuhan di bumi ini.

 

5. Hari Kasih Sayang.

Kita mengetahui bahwa dunia merayakan hari Valentine tanggal 14 Februari, tetapi buat kita tidak hanya tanggal 14 Februari, tetapi setiap hari merupakan hari kasih sayang, Hal ini bisa terjadi sebab hidup kita sudah dipulihkan, dan hanya orang yang sudah pulih yang dapat memulihkan orang lain.

 

Kegerakan 14.14.14 itu apa? Yaitu berdoa pada jam 14.00 pada tanggal 14 sepanjang tahun 2014. Jika kita lakukan ini secara serentak, maka Indonesia akan terjadi dan mengalami kemerdekaan, keselamatan, pembalikan keadaan, dan dipulihkan. Mari kita bergabung dalam kegerakan 14.14.14 untuk Indonesia Baru! Mari berdoa bagi bangsa di mana pun kita berada!

 

Tuhan Yesus memberkati.

Persaudaraan yang Rukun

wpid-persaudaraan1

Minggu, 16 Maret 2014

 Ps. Jimmy Chandra Pillay

 

Mazmur 133:1-3

Kita semua harus hidup rukun. Ini bicara tentang hubungan kita dengan sesama, tetapi juga bicara tentang protokoler, karena bicara tentang kepala. Untuk kita dapat hidup rukun bersama diperlukan yang namanya kasih, harus saling mengerti satu sama lain, harus saling menghormati, diperlukan saling mengerti kita ditempatkan di mana, baru kerukunan dapat terwujud. Prinsipnya adalah pertama kali berkat itu datangnya dari kepala, tidak bisa janggut dulu atau pun tangan dulu. Banyak gereja yang tidak bisa rukun karena tidak mengerti bagaimana menempatkan dirinya masing-masing pada tubuh Tuhan. Saat kita ditaruh Tuhan di bawah atasan kita, maka kita harus abdikan diri di sana. Ini bukan saja bicara tentang tunduk dan taat saja, tetapi juga tentang masalah pengabdian. Pengabdian bicara tentang bagiamana pun latar belakang pemimpin kita, apa yang kita dapat atau tidak selama berada di bawah pemimpin kita, tetapi kita harus bisa taat mengabdi. Jika kita dapat mengabdi dengan baik maka kerukunan akan tercipta dan minyak dapat mengalir. Jika perkenanan Tuhan mengalir dalam hidup kita, maka akan terjadi perubahan nasib. Ester hanyalah gadis desa biasa dan dia adalah tawanan, tetapi saat perkenanan raja turun akan dia, maka terjadilah perubahan nasib. Jika kita bisa menempatkan diri dan respon hati kita bisa tepat seperti apa yang Tuhan mau, maka nasib kita bisa Tuhan ubah.

Banyak orang yang menutup mata, berpendapat bahwa Tuhan terpisah dari manusia, padahal Tuhan tidak bisa dipisahkan dari manusia. Pada saat manusia dapat hidup rukun dan tahu bagaimana menempatkan diri, maka Tuhan perintahkan berkat dan anugerahnya untuk datang sampai selama-lamanya. Ini merupakan ketentuan yang kekal. Ini merupakan salah satu syarat untuk masuk ke dalam kekekalan. Sering kali kita menutup mata atas perhatian kita terhadap sesama. Dalam Amsal, Tuhan sering kali mengkaitkan dirinya dengan raja, jangan memberontak kepada Tuhan dan kemudian juga jangan memberontak kepada raja. Dalam Alkitab, Tuhan Yesus juga mengkaitkan dirinya sendiri dengan orang lain. Saat Paulus menganiaya jemaat, Tuhan Yesus berkata: “Paulus, Paulus, mengapa engkau menganiaya Aku?”, padahal Paulus menganiaya orang lain tetapi memantul ke Tuhan. Untuk masuk ke dalam Kerajaan Tuhan, kita juga perlu mengerti tata kramanya, bagaimana sikap hati kita, bagaimana respon kita. Hal ini sangat menentukan berkat Tuhan diperintahkan untuk datang, kepada sikap hati yang seperti apa, kepada pribadi yang seperti apa, pada kelompok seperti apa.

Kadang kala ketika kita melihat pemimpin kita sedikit berada di bawah kita, maka kita kadang tidak dapat menghormati dia. Ada masanya kita akan dapat melihat kelemahan pemimpin kita, itu merupakan ujian bagi hidup kita. Dalam keluarga juga sama, Musa satu sisi dia adalah anak yang paling kecil, tetapi di hadapan Tuhan dia adalah pemimpin. Banyak kejadian saat hamba Tuhan melayani, di sana ada anaknya atau saudaranya yang tidak dapat membedakan antara urusan rumah tangga dan urusan saat menjabat sebagai hamba Tuhan. Kita harus mampu memilah-milah, karena ini sangat menentukan.

Ester 2:9

Anugerah artinya sekalipun kita memiliki kelemahan sebagai manusia, sekalipun kita tidak sanggup, tetapi anugerah akan mengangkat kita. Anugerah artinya bukan karena kekuatan atau kegagahan manusia, tetapi hanya karena Roh Tuhan saja. Dalam Pengkotbah dikatakan bahwa kemenangan perlombaan bukan karena orang yang cerdik, bukan tergantung pada orang yang kaya, tetapi tergantung pada waktu dan kesempatan. Saat menerima anugerah, kita akan diberikan waktu dan kesempatan terus menerus. Saat kita gagal Tuhan akan menyediakan banyak rancangan jika kita hidup dalam anugerah. Anugerah setiap orang berbeda, karena Tuhan mengasihi setiap kita tidak sama rata. Sebagai contoh kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus memiliki 3 murid favorit, yaitu Yohanes, Yakobus, dan Petrus. Jadi Tuhan mengasihi kita semua sama, tetapi yang membuat beda adalah respon setiap orang berbeda, dan itulah yang menentukan anugerah yang diterima setiap orang berbeda. Kadang orang hanya mau melakukan hal-hal yang besar dan hal-hal yang kecil tidak mau, kadang Tuhan melihat hal-hal yang kecil itu. Respon-respon yang kecil saja sangatlah menentukan. Setiap respon hati itu ditimbang. Tidak ada satu pun yang terlewatkan dari Tuhan.

Kadang saat kita melihat orang-orang tertentu kita merasa ingin memberkati dia, tetapi kita juga melihat ada orang-orang tertentu sering kita merasa tidak senang. Saat kita penuh anugerah maka wajah kita juga akan bersih, muka yang penuh anugerah, kemulian Tuhan bersinar. Alkitab berkata bahwa 1 hari sama dengan 1.000 tahun, di dalam hadirat dan perkenanan Tuhan, apa yang sepertinya sulit kita dapat bahkan serasa 1.000 hari dapat diselesaikan Tuhan dalam 1 hari.

Mazmur 81:14-16

Alasan kenapa Ester menerima anugerah Tuhan karena:

  1. Ester memiliki hati yang mau dibentuk, hati yang mau belajar, hati yang tunduk dan taat dengan mutlak. Mordekhai adalah sepupu Ester, tetapi saat Ester diangkat sebagai anak maka Ester tetap tunduk kepada Mordekhai. Ester juga tunduk kepada Hegai, sida-sida raja. Oleh karena itu, Ester menimbulkan kasih sayang setiap orang yang melihat dia. Ester menerima yang namanya favor of God dan favor of man. Kemakmuran dan kemurahan akan mengejar-kejar kita. Hati raja-raja ada berada di tangan Tuhan, oleh karena itu lekatkan hati kita kepada Tuhan. Mari perkatakan pada Tuhan bahwa kita mau taat, mau belajar, mau punya hati yang mau dididik artinya mau ditegur. Kalau seseorang ditegur malah membantah, marah, tidak bisa diberi tahu jangan harap kemurahan Tuhan turun atas mereka. Orang yang semakin kenal Tuhan akan semakin gampang ditegur. Saat Daud saat jatuh dan ditegur dia koyakkan pakaiannya sendiri dan menyesal serta bertobat, berbeda dengan Saul saat ditegur tidak mau bahkan sampai Samuel menggoyakkan pakaiannya. Bahkan Daud sampai menuliskan penyesalan atas dosa-dosanya pada Mazmur 51 sehingga dosa-dosa Daud dinyanyikan di depan khalayak ramai dan Daud makin merendahkan diri, ini yang membuat Tuhan makin jatuh cinta pada Daud. Ester sudah menjadi ratu pun tidak lupa diri, tetap tunduk pada Mordekhai. Hari-hari ini banyak pelayan-pelayan Tuhan yang tidak dapat tunduk pada gembalanya. Tuhan Yesus saat masih muda berada di depan alim ulama tetap tunduk pada perintah orang tuanya untuk pulang. Arti kata Mordekhai adalah mur. Ester perlu direndam selama 6 bulan di dalam mur. Arti lain dari Mordekhai adalah “orang yang kecil”, jadi kalau kita bisa taat pada orang yang kecil itu akan Tuhan hargai, sebab mudah bagi kita untuk dapat menghargai orang yang lebih besar bagi kita tetapi sulit untuk menghargai orang yang lebih kecil dari pada kita. Pada saat Tuhan bongkar kelemahan pemimpin kita, apakah kita masih dapat taat kepadanya? Jika kita dapat taat maka itu yang dinamakan abdi. Tidak peduli bagaimana keadaan kita, saat Tuhan tempatkan kita ada di mana, maka kita harus tanamkan diri kita, abdikan diri kita. Sebagai contoh saat kita inginkan urapan dari pak Daniel Tjipto, sedangkan kita ada di bawah pak Lukas Sutikno, saat kita tidak mau taat kepada pak Lukas Sutikno, maka kita juga tidak akan mendapat urapan dari pak Daniel Tjipto. Alkitab berkata: “Kejarlah kasih dan inginkan karunia”, ketika kita belajar untuk mengasihi maka karunia akan turun pada kita. Sekalipun kita ditempatkan Tuhan seperti antara Samuel dengan imam Eli, maka Tuhan akan tetap tanggung jawab selama kita tetap taat, karena tetap saja Samuel lebih rohani daripada imam Eli. Ester 6 bulan direndam mur. Mur itu harganya mahal, baunya harum, tetapi jika terkena kulit akan sangat menyakitkan, kulit ari kita bisa terkelupas tetapi dan sangat menyakitkan namun hal tersebut dapat menghaluskan kulit kita. Bayangkan, Ester 6 bulan direndam dengan minyak mur, itu pasti sangat menyakitkan, tetapi setelah semuanya selesai Ester tidak perlu memakai minyak wangi karena mur itu meresap ke dalam tubuhnya. Kemudian 6 bulan berikutnya Ester direndam dengan berbagai wewangian. Saat 6 bulan direndam dengan mur ini bicara tentang Tuhan menyiapkan landasan. Banyak dari kita yang ingin instan, tetapi itu tidak bisa tercapai sebelum kita lewati mur dalam hidup kita. Hal ini Tuhan ijinkan agar kita mempunyai landasan sehingga pada saat kita diberkati dan ditinggikan maka kita tidak akan lupa dari mana kita ini diambil. Dengan kata lain dalam 6 bulan pertama ini manusia lama kita dimatikan dan kemudian ada manusia baru 6 bulan kemudian. 6 juga artinya angka manusia, dan ada yang namanya manusia Allah. Kita adalah manusia Allah, tetapi untuk Allah tersebut muncul maka kemanusiaan kita harus dihabiskan dahulu. Saat kita bisa taat itu dapat melumerkan kesombongan kita, akan melumerkan semua hal yang keras dalam hidup kita. Kadang Tuhan ijinkan agar mata kita terbuka lebar untuk melihat ketidakbecusan pemimpin kita, tetapi justru saat itulah mur sedang mengalir dalam hidup kita. Banyak orang Kristen saat detik dia melihat kelemahan atasan maka pengabdiannya langsung turun. Nuh ketika berbuat dosa dia telanjang dan ketika Ham melihat bapanya dia menceritakan di luar, tetapi Sem dan Yafet tidak mau melihat ketelanjangan bapanya, mereka membentangkan kain untuk kemudian menutupi bapanya. Mereka berpendapat bahwa hal itu adalah urusan Nuh dengan Tuhan, sebab Tuhan yang angkat dia. Kasih menutupi pelanggaran. Sem dan Yafet tidak mengekspos pelanggaran bapanya, tetapi menutupinya.
  2. Kita harus tahu kapan harus menempatkan diri, kita harus tahu tata krama dalam Kerajaan Tuhan. Mordekhai di satu sisi adalah bapanya Ester, tetapi di satu sisi Ester adalah ratunya. Ester juga mempersembahkan persembahan kepada raja atas nama Mordekhai, Ester senang melihat Mordekhai naik. Tetapi banyak orang Kristen cemburu melihat saudaranya naik. Ketika kita melihat ada orang diangkat naik, bagaimanakah respon hati kita? Salah satu syarat kita dapat naik di hadapan Tuhan adalah bagaimana kita berkorban untuk orang lain, seperti saat Ester mempersembahkan persembahan kepada raja atas nama Mordekhai. Hubungan yang saling menghormati dan menghargai dapat membuat kerukunan dalam hidup kita, sebab setiap kita adalah bagian dari tubuh Tuhan. Walaupun setiap dari kita ada kelemahan, tetapi di balik kelemahan pasti ada kekuatan.
  3. Saat raja Ahasyweros berperang, maka pemerintahan diserahkan kepada Haman dan dia berhasil menjalankan pemerintahan dengan baik sehingga menghasilkan buah dan diangkat menjadi orang nomor dua di kerajaan tersebut. Saat ini kita diberikan tanggung jawab oleh Tuhan hingga Tuhan datang untuk yang kedua kali. Saat Tuhan datang nanti, apakah kita sudah menghasilkan buah? Saat Haman melihat Mordekhai tidak menghormati dia, maka Haman emosi. Kadang-kadang Tuhan minta sedikit kerendahan hati kita, apa sulitnya? Kadang-kadang Tuhan meminta hal yang simpel dalam hidup kita, dan hal yang simpel dapat menjadi kunci terobosan dalam hidup kita. Kerendahan hati dapat membuat semuanya jadi simpel. Kadang-kadang perkara itu kecil tetapi dengan adanya kesombongan maka perkara itu dapat menjadi besar, untuk itu perlu adanya respon dengan kerendahan hati. Ada orang yang menuntut orang terlalu lebih, sehingga mereka lupa dirinya sendiri juga sedang diproses. [1 Korintus 4:7] Setiap kita jangan tempatkan diri terlalu tinggi, sebab tempat paling aman adalah yang paling bawah. Kalau kita menempatkan diri di atas pada saat digeser jatuhnya sakit, tetapi jika posisi kita di bawah saat digeser tidak akan sakit. [1 Timotius 3:6-7] Akibat kesombongan akan membuat kerusakan pada hubungan kita dengan orang lain, akan merusak pelayanan kita. Tetapi kerendahan hati akan membuat segala hal menjadi simpel. Tuhan paling benci terhadap kesombongan. [Mazmur 19:13] Dosa kesombongan adalah dosa yang kurang ajar di hadapan Tuhan. Ciri orang yang sombong adalah tidak mengenal Tuhan, tetapi semakin kita mengenal Tuhan seharusnya kita semakin rendah hati.
  4. Haman tidak punya fast recovery (Ester 3:7). Saat ini banyak orang yang selalu mengingat-ingat kesalahan orang lain. Saat kita disakiti janganlah terlalu lama dirasakan, jangan diingat-ingat. Ingat, Tuhan punya time table, semua ada batasannya. Saat ada kepahitan, cepat kebaskan kepahitan itu, sebab kesanggupan kita dapat turun jika kita simpan kepahitan/luka dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Jadwal Doa Puasa

Announcement-Clipart

Dalam rangka berdoa bagi persekutuan AoC Manado, jiwa-jiwa, kesejahteraan kota Manado, dan  bangsa Indonesia, maka bagi para jemaat yang tertanam di AoC Manado agar dapat berpartsipasi pada doa puasa yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat dengan pokok-pokok doa sebagai berikut:

  1. Berdoa bagi persekutuan AoC Manado agar dapat menjadi terang – garam dan berkat bagi kota serta bangsa;
  2. Berdoa bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus;
  3. Berdoa bagi kesejahteraan kota Manado; dan
  4. Berdoa bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Untuk jenis doa puasa yang akan dilaksanakan, masing-masing jemaat harap berdoa dan bertanya pada Tuhan agar dapat mengambil bagian dalam jenis doa puasa seperti apa.

Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 110 other followers