Arti Iman

faith

13 April 2014 

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Matius 21:18-22

Pada dasarnya, jika kita mengerti arti iman maka hal tersebut akan mengubah hidup kita. Apa yang tidak ada akan menjadi ada. Tetapi kenapa di dalam firman, Yesus berkata bahwa kita sanggup mengutuk pohon ara dan memindahkan gunung jika kita percaya, namun pada kenyataannya sampai saat ini mungkin kita belum mampu. Berapa banyak dari kita yang belum mampu memindahkan gunung-gunung permasalahan dalam hidup kita? Berapa banyak dari kita yang saat ini masih bergumul dengan gunung masalah keuangan kita? Sering kali kita tidak bisa memberakan arti iman dan mengimani. Sebagai contoh saat seseorang mengingkan mobil dan yang dia lakukan adalah menumpangkan tangan ke atas mobil tersebut dan berdoa: “Dalam nama Tuhan Yesus jadi milikku!”, namun setelah bertahun-tahun menunggu mobil tersebut tidak didapatkan. Hal yang dilakukan ini namanya adalah mengimani, bukan iman.

Roma 10:17

Iman dapat muncul lewat rhema. Ketika kita mengimani itu artinya memakai kekuatan diri sendiri. Sedangkan yang mampu membuat gunung itu pindah adalah karena kuasa Tuhan, bukan karena kuasa diri kita sendiri. Sering kali yang kita lakukan adalah mengimani bukan memiliki iman. Dengan mengimani, maka kita hanya menggunakan kekuatan diri sendiri dan hal ini tidak akan dapat mengubah apa pun. Yang dapat mengubah segala sesuatu hanyalah Tuhan. Sedangkan iman itu sendiri muncul jika kita mendengarkan suara Tuhan yang menjadi rhema dan kita percaya, inilah yang disebut iman. Sering kali kita hanya mengimani dan tidak kita dapatkan serta ujungnya kecewa kepada Tuhan. Belajarlah memiliki iman, bukan sekedar mengimani.

Untuk mendapatkan sesuatu yang kita ingini caranya cukup simpel. Ajukan apa yang kita ingini kepada Bapa dan tunggu Dia berbicara apa. Jika Bapa bilang “Baik nak, kamu akan dapat”, maka yang perlu kita lakukan adalah mengimani dan menunggu waktu yang dari Tuhan serta melakukan apa yang Dia suruh. Namun jika Bapa bilang “Belum waktunya”, maka tidak perlu kita membuang waktu dan tenaga untuk menumpang tangan pada sesuatu yang kita inginkan tersebut. Sebab kita perlu ingat bahwa yang dapat mengubah nothing to something itu hanya Tuhan. Untuk bisa timbul iman perlu adanya rhema, bukan karena keinginan diri kita sendiri. Dalam iman memiliki tingkatan demi tingkatan, belajarlah dari hal-hal yang kecil dahulu sampai kita di bawa kepada hal-hal yang besar.

Roma 1:17

Dari iman kepada iman, artinya belajar dari iman dari hal yang kecil sampai kepada iman hal yang besar. Iman itu ada ukurannya, iman adalah level trust kita kepada Tuhan. Dalam hal keuangan, jangan ukur iman kita pada seberapa besar gaji yang kita terima karena hal tersebut akan mengkotakkan iman kita maksimal sampai level besaran gaji kita, padahal seharusnya bisa lebih. Kita harus melalui tahapan demi tahapan level iman, tidak bisa meloncat. Daud tidak akan pernah bisa mengalahkan Goliat tanpa dia mengalahkan singa dan beruang terlebih dahulu. Belajarlah hidup dalam iman, bukan hanya mengimani.

Tuhan Yesus memberkati.

Peperangan Rohani

spiritual-warfare_edited-1

8 April 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Efesus 6:10-19

Hidup kita ini, mau tidak mau tidak sekedar agama. Alkitab mengatakan bahwa kita ini manusia roh dan roh kita tidak kelihatan, sebab kita sekarang berada di dimensi lain yaitu dimensi dunia, tetapi percayalah bahwa itu ada. Contohnya adalah Tuhan Yesus yang merupakan Roh, Dia sudah memakai tubuh kemulian-Nya yaitu manusia Roh, oleh sebab itu Dia tidak kelihatan sebab kita berada di dimensi dunia. Tuhan Yesus dapat menampakkan diri-Nya kepada kita jika Dia berkenan untuk menampakkan diri.

Dalam berdoa, seperti di Efesus 6, ada yang namanya otoritas illahi yang bekerja melalui manusia roh kita dan hari-hari ini adalah hari-hari di mana Tuhan akan menggenapkan apa yang tertulis di kitab Yoel. Apa yang tertulis di kitab Yoel 2 akan digenapi, sebab hari-hari ini adalah hari-hari terakhir di mana Tuhan sudah akan datang. Bahkan akan terjadi kejadian-kejadian seperti jaman nabi-nabi dahulu dan semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan.

Yoel 2:28-32

Beberapa waktu yang lalu pak Lukas kehilangan dompet pada saat berada di warung internet. Saat pak Lukas sadar, maka dia meminta kepada Tuhan agar ditunjukkan siapa yang mengambil dompet tersebut, tetapi Tuhan mengajar hal yang lain. Tuhan mengajarkan agar pak Lukas berdoa menggunakan otoritas yang diberikan Tuhan kepada kita untuk melakukan peperangan dengan memerintahkan para malaikat untuk berperang bagi kita. Setelah pak Lukas melakukan hal tersebut, Roh Kudus berbicara agar tenang dan dompet pasti akan kembali. Selang beberapa hari, tiba-tiba ada orang yang telepon pak Lukas dan mengatakan bahwa dia menemukan dompet yang hilang tersebut tanpa ada surat-surat yang hilang, yang hilang hanya uang saja. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk menggunakan otoritas yang Tuhan berikan kepada kita, sebab dalam kitab Yoel dituliskan bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia. Saat Roh Tuhan turun atas kita, maka kita akan memiliki otoritas.

Apa yang tertulis bahwa matahari akan menjadi gelap dan bulan menjadi merah seperti darah akan terjadi dan akan kita alami di tahun 2014 dan 2015. Ini artinya waktu kedatangan Tuhan sudah sangat singkat. Oleh karena itu, saat banyak orang bersaksi mengalami berbagai macam mujizat, hal tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang aneh, sebab semua itu harus digenapi untuk kemuliaan nama Tuhan. Saat ini sudah detik-detik terakhir waktu peperangan terakhir di muka bumi ini, akan ada yang namanya pengangkatan dan waktunya tidak ada yang tahu. Mari kita sadar, bahwa kita hidup maka kita perlu mengenakan perlengkapan senjata Allah, dan di saat kita mengenakannya maka yang akan memakainya adalah manusia roh kita. Peperangan kita bukan melawan darah dan daging tetapi melawan penghulu-penghulu di udara, pemerintah-pemerintah dan roh-roh jahat. Seperti kasus dompet pak Lukas yang hilang tadi, yang ambil dompet tersebut sudah pasti ada orang biasa, tetapi di baliknya ada yang namanya roh-roh jahat yang berupa pikiran-pikiran jahat, dan roh-roh jahat inilah yang harus diperangi, bukan manusianya. Ketika kita perangi rohnya, minta dompet dikembalikan, maka hal itu yang akan terjadi.

Oleh karena itu pada saat kita menginjil kita juga perlu melakukan peperangan rohani. Sehingga nanti pada saat Tuhan tanpa tentang apa yang sudah kita perbuat, kita dapat menjawab bahwa kita sudah menyelesaikan bagian kita yaitu dengan memberikan yang namanya jiwa-jiwa bagi Tuhan, sebab Tuhan sangat suka jika ada jiwa-jiwa yang diselamatkan. Saat kita menginjil, tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab dibalik orang yang akan kita injili terdapat roh-roh yang mengikat dan roh-roh tersebut tidak ingin jiwa orang tersebut diselamatkan. Bahkan orang Kristen pun jika hubungan dengan Tuhan tidak baik, akan sangat mudah untuk ditunggangi roh jahat. Oleh sebab itu, kadang-kadang di dalam pikiran terlintas berbagai macam pikiran negatif dan itu asalnya dari iblis. Kita tidak akan dapat melihat mereka sebab kita berbeda alam, tetapi apabila Tuhan berkehendak maka kita akan dapat melihat. Cara kerja iblis adalah melalui bisikan-bisikan negatif di pikiran kita, sehingga apa bila kita merasa marah/jengkel dan sebagainya maka iblis akan memiliki pijakan untuk masuk ke dalam hidup kita. Oleh karena itu kita harus meminta agar Tuhan kita diberikan perlengkapan senjata Allah setiap hari, karena sadar atau tidak, hidup kita ini berada di dalam peperangan rohani setiap hari. Belajarlah agar hidup kita ini tidak berkompromi dalam hal dosa, sebab pada saat kita kompromi maka setan akan dengan mudah akan meminta pijakan dalam hidup kita. Hari-hari ini adalah hari-hari yang gawat, sebab kadang kita bertemu orang-orang yang merupakan utusan setan yang bertugas menghacurkan hidup kita dan menyesatkan anak-anak Tuhan. Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan gereja, bukan hanya gereja dalam bentuk organisasi/bangunan tetapi hingga diri kita ini, karena diri kita ini adalah baitnya Tuhan. Ada orang yang masuk gereja setan dan dipakai setan hingga menjadi mempelainya Lucifer dan mereka memakai orang ini untuk masuk ke gereja-gereja dengan tujuan untuk menyerang hamba-hamba Tuhan dan membuat mereka lepas dari Tuhan. Hidup kita kalau tidak diperlengkapi dengan perlengkapan senjata Allah, maka hidup kita akan kacau, kita akan diserang dengan pikiran-pikiran negatif, rasa marah, dan lain-lain. Oleh karena itu kita perlu hidup intim dengan Tuhan, maka otomatis pada saat setan menyerang, roh kita akan melakukan peperangan rohani.

Hidup kita sebagai anak-anak Tuhan harus gencar memberitakan Injil, karena siapa lagi yang memberitakan kepada orang-orang agar jiwa mereka diselamatkan kecuali oleh kita-kita ini. Saat kita menjangkau jiwa-jiwa maka secara otomatis semua otoritas dan semua perlengkapan illahi akan kita terima. Saat kita menginjil, kita harus belajar tanya kepada Tuhan tentang roh apa yang mengikat orang yang akan kita injili. Ketika kita bertanya pada Tuhan, maka kita akan tahu roh apa yang mengikat orang tersebut, sebab dalam Alkitab dituliskan bagaimana mungkin kita menjarah rumah seseorang tanpa mengikat orang yang paling kuat di rumah tersebut terlebih dahulu.

Mari kita di setiap kesempatan dan di setiap tempat kita belajar untuk melakukan peperangan rohani. Luangkan waktu lima sampai sepuluh menit untuk kita berdoa keliling untuk kantor kita maupun lingkungan rumah kita agar dicurahkan perlindungan darah Yesus dan roh pertobatan. Perkatakan:

  1. Minta pada Tuhan agar setiap kuasa-kuasa kegelapan diikat di dalam nama Tuhan Yesus;
  2. Minta pada Tuhan agar mencurahkan roh pertobatan dan pengenalan akan Tuhan Yesus. Minta agar Tuhan lawat sampai semuanya terjadi.

Saat kita mau dan taat melakukan hal ini maka level hidup kita akan dibawa Tuhan semakin naik. Saat-saat ini juga setan mengirimkan juga pasukannya untuk menyerang keluarga-keluarga, oleh karena itu kita perlu juga mengurapi setiap rumah, setiap pintu dan pagar agar dilindungi dengan darah Tuhan Yesus, sebab setan saat-saat ini sangat gencar hendak menghancurkan hidup kita.

Manado merupakan kantung Kristen di Indonesia, tetapi kenapa banyak perzinahan, mabuk-mabukan, lesbian/gay, dan lain-lain? Bahkan Manado menjadi pusat gereja setan di Indonesia. Oleh karena itu di mana kita ini ditaruh Tuhan, yaitu di Manado, maka kita perlu berdoa untuk kesejahteraan kota ini.

Hari-hari ini bukan waktunya santai-santai, jika kita memiliki keluarga yang belum bertobat, maka kita harus belajar berdoa mengklaim jiwa-jiwa agar diberikan roh pertobatan dengan memperkatakan bahwa: “Firman Tuhan mengatakan bahwa satu orang diselamatkan, maka seisi rumah diselamatkan”. Sebab setan itu menggunakan legalitas sesuai dengan yang tetulis di Alkitab untuk menuntut pijakan dalam hidup manusia, maka dengan tahu firman Tuhan dan memperkatakannya maka kita memiliki legalitas tersebut.

Sebagai orang Kristen kita jangan membuka celah bagi iblis untuk berpijak, misalnya dengan percaya horoskop, pergi ke dukun atau peramal, dan lain-lain sebab dengan kita percaya maka iblis mempunyai legalitas untuk berpijak pada hidup kita. Di saat kita berkata kepada dukun/peramal: “Tolong ramal diriku”, maka yang terjadi sama saja dengan berkata: “Hidupku menjadi milikmu (iblis)”, kemudian saat si dukun/peramal berkata hal-hal yang akan terjadi dalam hidup kita dan semuanya itu terjadi maka sesungguhnya semuanya itu adalah rekayasa dari iblis. Dan itu semua terjadi tanpa kita sadari. Kenapa banyak anak-anak Tuhan jarang berdoa? Atau jarang baca Alkitab? Itu terjadi karena mereka sedang ditumpangi iblis, sebab realitanya kita selalu berada dalam peperangan rohani. Jika ini yang terjadi, minta pada Tuhan untuk melepaskan setiap ikatan yang mengikat kita. Serukan juga pada iblis: “Iblis, dengar! Aku tidak mau terikat, aku mau lepaskan semua ikatan!”

Coba kita ingat apa yang kita lakukan pada saat detik terakhir yang membuat kita ada jarak dengan Tuhan. Ada kejadian seseorang yang sudah bertobat dan memiliki hubungan yang luar biasa dengan Tuhan, bahkan diberi Tuhan berbagai karunia, tetapi saat dia menghadiri pemakaman neneknya tiba-tiba dia melihat sekelebat bayangan hitam, dan sejak detik itu dia mulai jauh dari Tuhan. Sampai dia merasa frustasi dan ingin bunuh diri. Setelah ditelusuri kenapa setan dapat berpijak pada dirinya, ternyata neneknya yang meninggal adalah penyembah berhala dan saat neneknya meninggal dapat turun kepada keturunannya (kutuk keturunan) dan ini harus dipatahkan di dalam nama Tuhan Yesus.

Setiap celah dapat dimanfaatkan iblis, bahkan saat kita menonton film. Oleh karena itu kita perlu tanya Tuhan apakah boleh menonton film tertentu, sebab Tuhan yang tahu apa yang boleh dan tidak. Sebelum pak Lukas bertobat, setelah menonton film tentang hantu baik, pak Lukas mengucap: “Enak ya kalau ada hantu baik seperti itu”. Keesokan harinya, tiba-tiba ada dua sosok mahluk halus yang melayani pak Lukas. Oleh karena itu, saat diri kita jauh dari Tuhan, kita perlu mengetahui di titik mana kita jatuh dan kemudian dibereskan. Ada yang karena bermain games kemudian setan masuk ke dalam hidup mereka, ada juga yang karena disodori pikiran-pikiran porno dan kemudian merasa nyaman dengan pikiran-pikiran itu sehingga setan masuk dalam hidupnya, dan lain-lain. Saat kita mengalami adanya umpan dari iblis tersebut maka kita harus segera menengking. Iblis masuk dalam hidup seseorang tidak hanya melalui kesurupan, tetapi juga melalui hal-hal yang dijelaskan di atas, bahkan orang Kristen pun juga dapat disusupi saat orang tersebut membuka celah.

Tuhan Yesus memberkati.

Kusta

the-four-lepers-that-discovered-the-empty-syrian-camp

6 April 2015

Ev. Nova Naomi Kumendong

2 Raja-raja 7:3-11

Kemenangan bukan karena hidup kita sempurna di mata Tuhan, bukan karena kita memiliki karunia-karunia yang hebat, tetapi kemenangan itu dapat kita capai jika kita bertindak seperti yang Tuhan mau. Tuhan tidak memilih seseorang karena orang tersebut sempurna, juga bukan karena orang tersebut dari latar belakang keluarga yang baik-baik. Namun di dalam Alkitab, Tuhan sering kali memilih orang yang berengsek, sebab Tuhan ingin menunjukkan bahwa bukan oleh keperkasaan, bukan oleh kekuatan, tetapi oleh tangan Tuhanlah mereka diangkat. Di hadapan Tuhan, saat kita merasa bahwa diri kita sempurna, itu seperti kusta di mata Tuhan. Kita ini tidak dapat mengatakan bahwa diri kita ini sempurna, sebab akan selalu ada kusta-kusta di hadapan Tuhan. Lebih baik kita kelihatan kusta, kelihatan berantakan, namun hati kita bersih di hadapan Tuhan.

Di antara kita selalu ada orang yang menjadi pendorong untuk maju. Namun ada juga orang yang menjadi penghambat untuk maju. Satu orang saja dapat membawa perubahan, tidak perlu untuk menunggu banyak orang untuk menciptakan perubahan. Empat orang kusta pada ayat di atas memilih untuk tidak mengasihi diri sendiri sebagai orang kusta, namun memutuskan untuk maju. Bahkan keputusan empat orang kusta ini membawa kemenangan bagi seluruh bangsa Israel. Saat masa lalu kita buruk maka kita kusta, saat kita pernah jatuh dalam dosa maka kita kusta, namun saat kita datang kepada Tuhan maka langkah kaki kita akan membuat perkemahan musuh hancur. Sekalipun kita memiliki kusta-kusta di masa lalu, kita harus berani berkata untuk meninggalkan kusta-kusta ini untuk maju ke medan pertempuran. Kemana pun kaki kita melangkah, jika disertai Tuhan, maka tempat itu akan menjadi milik kita. Seperti Elisa saat meminta Tuhan untuk membukakan mata Gehasi sehingga dia melihat pasukan yang dari Tuhan menyertai mereka, kita pun disertai oleh pasukan yang dari Tuhan. Pasukan yang menyertai kita lebih banyak daripada pasukan musuh. Saat kita masuk medan peperangan maka kita yang akan pertama kali akan menikmati jarahan.

Tuhan Yesus memberkati.

Tongkat Estafet

Tongkat Estafet

6 April 2014

Ev. Nova Naomi Kumendong

Kita adalah istimewa di mata Tuhan. Ester adalah wanita biasa yang diproses selama berbulan-bulan dengan menggunakan minyak mur dan wangi-wangian, sampai cara berjalan, cara berpakaian, dan cara makan pun diatur. Kadang Tuhan mengatur hidup kita untuk menunjukan bahwa kita ini adalah mempelainya Tuhan. Dalam pernikahan, yang selalu menjadi sorotan utama adalah mempelai wanita. Kita ini adalah mempelainya Tuhan, dan Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk dipertontonkan di depan banyak orang. Kadang kita perlu untuk menganggap dan memandang diri kita sendiri adalah seseorang yang istimewa dan kita perlu untuk mempertontonkan bahwa diri kita ini adalah istimewa sebab kita adalah mempelainya Tuhan.

Ibrani 11:39-40

Ibrani 12:1-2

Kita ini adalah orang-orang yang memegang tongkat estafet terakhir. Dalam ayat di Ibrani di atas disebutkan bahwa para saksi iman belum sempurna dan tugas kita adalah menyempurnakan tugas para imam jaman dahulu. Kita adalah generasi penuntas yang harus menyempurnakan apa yang sudah dilakukan para pendahulu kita. Tongkat apa yang dipercayakan pada anda? Beberapa dari kita mendapatkan tongkat Paulus yaitu kita harus memberitakan firman dengan penuh keberanian, beberapa mendapatkan tongkat Yohanes Pembaptis, dan lain sebagainya. Tanyalah kepada Tuhan, tongkat apa yang sedang diestafetkan kepada anda saat ini? Tongkat estafet yang dipercayakan kepada kita harus kita bawa hingga garis akhir. Bicara pada Tuhan: “Tuhan aku mau bawa tongkat estafet yang dipercayakan padaku hingga garis akhir dan menyempurnakan para saksi iman”. Tanyalah pada Tuhan, tongkat siapa yang diberikan kepada kita masing-masing. Saat kita tahu tongkat estafet siapa yang kita pegang maka kita tidak akan sendiri, para saksi iman akan menyemangati kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Tuhan atau Mamon?

money-cross

1 April 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Matius 6:19-21

Harta bukan hanya masalah uang, tetapi harta kita bisa jadi adalah hobi kita, kepandaian kita, tenaga kita, waktu kita, talenta kita, dan lain-lain. Tuhan bilang bahwa di mana harta kita berada di situlah hati kita berada. Artinya adalah setiap apa yang kita lakukan maka akan menunjukkan di mana sebenarnya hati kita berada. Sebagai contoh saat kita bilang: “Hatiku tertuju pada Tuhan”, namun pertanyaannya adalah: “Apakah kita sudah segenap hati tertuju pada Tuhan?”, apakah harta kita kita ini sudah kita serahkan sepenuhnya pada Tuhan?

Matius 6:22-24

Hidup kita tidak mengabdi kepada dua tuan: Tuhan atau Mamon? Jika hidup kita mengarah kepada Mamon, maka kita tidak akan bisa mengabdi di saat yang sama kepada Tuhan. Apakah artinya kemudian kita meninggalkan segala hal termasuk pekerjaan kita dan kemudian kita hanya berdoa saja kepada Tuhan? Jawabannya adalah tidak! Tetapi kita harus melakukan segala sesuatunya untuk Tuhan. Kita harus bekerja, namun kita bekerja untuk Tuhan. Kita harus belajar, namun kita belajar untuk Tuhan. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu untuk Tuhan maka kita akan dapat mengerti perbedaan antara orang dunia dengan anak-anak Tuhan. Ketika anak-anak Tuhan mengerjakan segala sesuatu maka semua tujuannya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Tetapi jika kita masih bekerja dengan fokus untuk kepentingan diri kita sendiri maka itu belu 100% untuk Tuhan.

Sebenarnya hidup kita ini sudah diatur oleh Tuhan agar kita ini memiliki hidup yang diberkati, Tuhan tidak pernah merancangkan untuk hidup kita ini menderita, walaupun kadang kala ada Tuhan ijinkan hidup kita untuk mengalami penderitaan dengan tujuan untuk mendidik kita, tetapi pada dasarnya Tuhan ingin memberkati hidup kita. Tuhan tidak cuma berhenti sekedar untuk memberkati, karena saat Tuhan memberkati ada tujuannya. Tapi sering kali anak-anak Tuhan ketika diberkati hanya berhenti untuk kehidupannya sendiri. Padahal saat anak-anak Tuhan diberkati maka tujuannya adalah untuk memperlebar Kerajaan Tuhan. Pada saat kita mengerti poin ini maka hidup kita akan bebas dari masalah keuangan dan masalah-masalah yang lain. Kenapa banyak dari kita mengalami masalah keuangan? Jawabnya adalah karena pada hakekatnya kita tidak mengerti kenapa hidup kita ini diberkati, keinginannya adalah untuk memperkaya diri sendiri. Jika hidup kita adalah untuk memperkaya diri sendiri maka hidup kita akan mengalami stress. Kita harus sadar bahwa kita ini hanya pengelola, harta adalah milik Tuhan. Saat kita setia pada hal yang kecil maka kita akan dipercayakan untuk mengelola hal yang besar. Tuhan akan merasa sedih jika hidup kita ini sedikit diberkati namun kemudian fokus hidup kita kembali kepada Mamon.

Mamon bukan hanya masalah uang. Contoh saat Tuhan mempromosikan pekerjaan kita, namun karena kita semakin sibuk maka kita melupakan waktu kita dengan Tuhan, hal ini membuat Tuhan sedih. Kita bekerja keras tidak masalah, namun yang menjadi masalah adalah ketika kita kerja keras maka fokus hidup kita ada di mana? Apakah untuk diri sendiri atau untuk Tuhan? Untuk mengetahuinya simpel, yaitu dari segala sesuatu yang kita berikan, karena itu merupakan cerminan hubungan kita dengan Tuhan. Di saat seperti inilah dapat menjadi barometer apakah hidup kita ini cinta uang atau tidak? Contohnya adalah saat kita mendapat tantangan untuk berkorban dan menabur, tanyalah Tuhan berapa yang harus kita tabur. Jangan kita hitung-hitungan dengan berkata/berpikir: “Kalau aku menabur sekian, besok makan apa?”. Jika kita masih hitung-hitungan dengan Tuhan maka tanpa sadar sebenarnya kita masih terikat. Jika kita flashback saat kita mengalami cinta mula-mula dengan Tuhan, apa pun akan kita berikan untuk Tuhan. Namun saat kita memikirkan hal-hal di luar Tuhan, maka fokus hidup kita akan tertarik kepada Mamon itu sendiri, dan hal tersebut akan membuat kita tidak bisa melakukan hal-hal yang lebih lagi bersama Tuhan. Dalam Alkitab tertulis: “Kumpulkan harta harta di Surga”, artinya lakukan segala sesuatu dalam ketepatan yang Tuhan mau, belajar tidak mencintai diri sendiri. Kita harus belajar tidak berdiri di atas dua perahu, harus memilih antara Tuhan atau Mamon, sebab yang satu akan lebih diperhatikan daripada yang lainnya.

Dalam berdoa seringkali kita ini meminta namun tidak tahu hasil akhir dari yang kita minta tersebut, sehingga sering kali saat kita meminta sesuatu dan dikabulkan oleh Tuhan namun pada akhirnya akan berkata: “Kok jadinya seperti ini”, dan akhirnya kita menjadi kecewa. Oleh karena itu, saat kita diproses oleh Tuhan, kita harus letakan hati kita dengan penuh kerelaan sehingga Tuhan nantinya akan membuat proses yang diberikan kepada kita akan menjadi terasa cepat. Memang secara daging hal tersebut tidak enak namun hasil akhirnya akan kita nikmati. Dalam melalui proses janganlah hitung-hitungan dengan Tuhan, cukup berserah penuh kepada Tuhan saja. Belajarlah menikmati apa yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita dan ikuti jalur yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Jika fokus kita bercabang antara apa yang Tuhan inginkan dengan kehendak kedagingan kita maka itu akan menyiksa hidup kita, akan ada gejolak yang bertentangan dalam hidup kita, dan jika ujungnya keinginan daging kita yang lebih kuat maka kita akan lari dari Tuhan.

Kita ini dipegaruhi oleh dua hukum: hukum supranatural dan hukum natural. Hukum natural hanya menggunakan logika, apa yang menjadi keinginan daging itulah yang dilakukan. Sedangkan jika kita fokusnya kepada Tuhan maka kita akan dapat berjalan di dalam hukum supranatural. Untuk lompat dari hukum natural ke hukum supranatural akan sangat susah karena logika akan sangat kuat. Mari kita belajar segalanya diserahkan secara penuh kepada Tuhan sehingga nantinya apa pun yang kita inginkan asalkan Tuhan berkenan maka prosesnya akan cepat. Hidup itu penuh anugerah dan mujizat, namun apakah mau untuk dilatih sejak awal oleh Tuhan. Ibarat belajar jalan, pasti ada proses jatuh dan bangun. Sering kali banyak orang hanya mau segera jalan tanpa mau melalui proses jatuh dan bangun. Ada bagian yang harus kita bayar, namun saat kita taat dan setia pasti sesuai kehendak Tuhan maka nantinya akan terjadi sesuatu yang ajaib, walau pun awalnya akan tidak enak bagi daging kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Kehidupan dan Kematian

3d rendering of signs with

30 Maret 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Ulangan 30:15-20

Dalam hidup, kita hanya diberikan dua pilihan: kehidupan atau kematian. Tetapi saat kita memilih, Tuhan mengatakan agar kita memilih kehidupan. Setiap pilihan yang kita lakukan akan berpengaruh pada pilihan-pilihan yang kita ambil berikutnya. Saat kita mengambil pilihan yang salah dan kita tidak bertobat maka akhirnya akan tidak baik, misal saat kita mengambil keputusan untuk berbohong akan sesuatu, maka akan mengakibatkan kita akan berbohong terus-menerus. Jadi saat kita memilih kematian, maka berikutnya kita akan memilih kematian demi kematian, baik secara rohani maupun secara duniawi.

Pilihannya hanya kehidupan atau kematian, hitam atau putih. Tidak bisa kita memilih di tengah-tengahnya, sebab itu sama saja dengan suam-suam kuku yang berujung pada kematian. Kalau kita memilih untuk hidup ikut dengan Tuhan maka kita harus ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh. Pada ayat 19, dikatakan bahwa Tuhan memperhadapkan kita pada kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Namun Tuhan mengatakan agar kita memilih kehidupan supaya hidup kita dan keturunan kita baik.

Cara memilih kehidupan bagaimana? Mari kita lihat pada ayat 20 di mana Tuhan mengatakan agar kita mengasihi Tuhan, mendegarkan suara-Nya, dan berpaut kepada-Nya.

1. Mengasihi Tuhan

Untuk mengasihi Tuhan, maka kita perlu untuk mengenal Tuhan dengan baik, kita harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Jika seseorang mengatakan mencintai Tuhan tetapi tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan maka orang tersebut sebenarnya tidak mengasihi Tuhan, yang dilakukannya hanya sekedar lips service. Saat kita mengasihi Tuhan maka apa yang akan kita lakukan akan memilih kehidupan dan kita akan menyenangkan hati Tuhan. Mari kita belajar saat mengatakan “Aku mengasihi Tuhan”, maka kita lihat berapa banyak yang kita lakukan untuk Tuhan? Kita diciptakan bukan untuk menjadi robot, karena Tuhan memberikan freewill bagi kita. Tuhan selalu memberikan rancangan yang terbaik bagi manusia, bahkan pada awalnya Tuhan tidak pernah rancangkan Adam dan Hawa untuk jatuh, namun mereka jatuh karena adanya freewill. Oleh karena itu, saat kita kita merasa berbeban berat sebenarnya itu adalah karena pilihan kita untuk merasa berbeban berat. Tuhan senantiasa memperhadapkan kita kepada berbagai macam pilihan, namun jika kita memilih pilihan yang berasal dari kedagingan kita maka ujung-ujungnya adalah maut.

Contohnya adalah Lot (arti kata Lot = cover/perlindungan, dan yang meng-cover Lot pada saat itu adalah Abraham) yang sangat diberkati Tuhan hingga pada suatu saat terjadi pertengkaran antara gembala Lot dengan gembala Abraham, sehingga Abraham mempersilahkan untuk Lot memilih tanah yang akan Lot diami. Jika Lot bergaul dengan Tuhan benar-benar, seharusnya dia akan mempersilahkan Abraham sebagai orang meng-cover-nya untuk memilih terlebih dahulu dan hidupnya tidak akan berantakan. Namun apa yang Lot pilih adalah pilihan yang berasal dari kedagingannya. Jika kita bergaul benar-benar dengan Tuhan maka setiap keputusan seharusnya diperhadapkan kepada Tuhan agar Tuhan yang arahkan supaya kita mendapatkan kehidupan. Dalam kasus Lot, Lot memilih daerah Sodom (arti Sodom = their secret/rahasia mereka) dan Gomorah (arti Gomorah = rebelious people/orang-orang pemberontak). Jika kita dalam mengambil keputusan tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan Tuhan maka sebenarnya kita ini sudah memberontak kepada Tuhan dan ujungnya adalah kematian. Jika kita menuruti kedagingan/keinginan kita sendiri maka iblis akan tawarkan sesuai yang indah di depan, namun ujungnya adalah maut. Dikatakan bahwa Sodom dan Gomorah itu sangat indah dan subur, seperti taman Eden, namun ternyata ujungnya maut.

Jadi sebenarnya yang tahu apa yang terbaik untuk kedepannya adalah Tuhan, oleh karena itu belajarlah untuk memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, jika kita akan melakukan pilihan atau memiliki keinginan belajarlah untuk menyodorkan pilihan tersebut kepada Tuhan dan berkata: “Tuhan, Engkau mau yang mana?” Simson juga menjadi contoh bagaimana dia tidak belajar untuk berjalan dengan Tuhan, saat dia menyukai perempuan Filistin memang karena penentuan dari Tuhan untuk menciptakan gara-gara, namun Simson tidak belajar dan mulai menyukai Delilah (arti Delilah = kecil) yang bukan dari Tuhan.

2. Mendengarkan suara Tuhan

Kita tidak akan pernah mendegarkan suara Tuhan jika kita tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Untuk memiliki hubungan dengan Tuhan tidak bisa dibangun secara instan, namun perlu waktu. Bagaimana kita bisa mendengar suara Tuhan jika kita datang kepada Tuhan saat menghadapi masalah? Hubungan dengan Tuhan itu perlu dibangun hari demi hari, bahkan hubungan tersebut akan sampai pada level di mana Tuhan tidak berbicara namun hanya memberikan kode dan kita akan mengetahui maksud dan kehedak Tuhan.

3. Hidup berpaut pada Tuhan

Hidup berpaut pada Tuhan artinya berserah/bergantung penuh pada Tuhan, sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Pada saat kita mengatakan bahwa “Aku bisa melakukan dengan kekuatanku” artinya hidup kita tidak berpaut pada Tuhan dan pilihan yang kita tentukan berasal dari diri kita, seharus kita sadar dan mengatakan “Tuhan, aku ini tidak bisa apa-apa tanpa-Mu, biar Engkau yang tentukan ya Tuhan” maka Tuhan yang akan turun tangan dan memilihkan yang terbaik untuk kita. Lucifer jatuh karena dia tidak berpaut pada Tuhan dan sadar dia tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan, dia berkata “Aku ini bisa, Tuhan. Aku ingin seperti Engkau”, detik ketika dia bersikap seperti itu maka dia jatuh. Saat kita memilih yang dari kedagingan kita maka tanpa sadar ujung-ujungnya adalah pemberontakan, sebab pemberontakan tidak selalu karena menghujat Tuhan, tetapi kita harus berhati-hati tidak melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan kita sendiri namun belajarlah menyerahkan setiap keputusan kepada Tuhan.

Mari kita kejar Tuhan lebih lagi, sebab hari-hari ini sudah semakin singkat. Sudah banyak hamba Tuhan yang berada di berbagai belahan dunia menyampaikan hal yang sama, yaitu hari kedatangan Tuhan sudah sangat dekat. Kadang kita harus berpikir “Tuhan, jika Engkau datang kelak, apakah Engkau akan dapati aku ini sudah bekerja sesuai dengan porsiku atau belum? Apakah aku sudah genapkan dan sudah tuntaskan tugasku atau belum?”. Jika hubungan kita tidak intim dengan Tuhan, bagaimana kita bisa mengerti destiny dan apa yang Tuhan mau dari hidup kita? Sebab Tuhan itu sudah menetapkan destiny dari diri kita masing-masing, Tuhan sudah atur semuanya. Namun sering kali saat kita tidak bisa mencapai destiny kita sebenarnya hal tersebut dikarenakan pilihan-pilihan kita sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Orang yang bergantung penuh pada Tuhan sudah tidak akan lagi berbicara tentang dirinya sendiri, tetapi yang dia bicarakan selalu tentang Tuhan. Kita ini hanya alatnya Tuhan dan yang namanya alat tidak bisa bermegah atas dirinya sendiri, tetapi yang empunya alat yaitu Tuhan saja yang bisa bermegah sebab Dia yang mempunyai kuasa.

Tuhan Yesus memberkati.

Keledai

minggu-palma-10

Minggu, 25 Maret 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Matius 21:1-11

Firman ini menggambarkan bahwa hal tersebut merupakan hubungan kita dengan Tuhan, keledai betina yang digambarkan di firman tersebut merupakan kita sebagai mempelai-Nya Tuhan.

  1. Menjadi keledai yang dilepaskan dari tambatannya.

Dikatakan bahwa seekor keledai tersebut ‘tertambat’, tertambat memiliki arti terikat, dulu hidup kita ini tertambat pada dosa. Tetapi ketika ada Yesus, Dia mengatakan: “Lepaskanlah dia!”. Hidup kita juga sama, saat Tuhan Yesus masuk dalam hidup kita maka Dia akan berkata: “Lepaskanlah dia!”, sebab hidup kita akan dipakai oleh Tuhan, seperti Yesus memakai keledai yang tertambat. Oleh sebab itu ada orang-orang yang dipanggil, dipilih, dan ditetapkan. Detik ketika terima Tuhan Yesus maka kita ini dibebaskan dari dosa-dosa kita, maka kita termasuk orang-orang yang dipanggil. Langkah berikutnya adalah menjadi orang-orang yang dipilih. Seperti apa pun hidup kita ini, saat Tuhan memerlukan hidup kita maka akan terjadi kelepasan yang dari Tuhan. Hidup kita perlu dilepaskan baru Tuhan bisa memakainya. Seperti keledai yang tetap tertambat tanpa dilepaskan, bagaimanakah keledai tersebut bisa dipakai oleh Yesus, dan Yesus tidak bisa dimuliakan. Untuk hidup kita bisa memuliakan Tuhan Yesus, maka hidup kita ini harus dilepaskan dari keterikatan dari manusia lama kita.

  1. Menjadi keledai yang bodoh.

Kemudian selama hidup kita ini dipakai Tuhan, Tuhan inginkan agar hidup kita ini seperti keledai, yaitu ‘bodoh’, sebab keledai itu melambangkan binatang yang paling bodoh. Artinya saat Tuhan pakai hidup anak-anak-Nya, sering kali anak-anak-Nya ini merasa sok pintar. Sering kali anak-anak Tuhan memakai inisiatifnya sendiri, merasa mampu, merasa bisa, padahal Tuhan inginkan agar kita ini mengandalkan arahan dari Tuhan.

1 Samuel 13:5-14

Seperti Saul yang mengambil inisiatif sendiri, bahkan inisiatif tersebut dikemas dalam hal rohani, hukumnya yang seharusnya memberikan korban bakaran adalah Samuel dan Saul tidak berhak. Misalnya adalam hal perpuluhan, ada orang-orang yang mengambil inisiatif sendiri untuk membagi-bagi perpuluhan dengan alasan yang rohani, semestinya Tuhan tidak menyukai hal tersebut. Saat kita ingin memberkati orang lain, seharusnya memberi di luar dari perpuluhan. Saat inisiatif yang berperan maka hidup kita tidak akan berada dalam ketepatan bersama Tuhan.

Matius 21:5

Keledai yang dipakai Tuhan adalah keledai beban yang muda. Artinya adalah saat kita dipakai oleh Tuhan kita harus memiliki tanggung jawab memikul beban. Saat Tuhan menyuruh untuk melakukan sesuatu, maka hidup kita seharusnya tidak perlu ada pertimbangan-pertimbangan tetapi harus segera melaksanakannya. Kadang Tuhan ingin kita ini memiliki jiwa yang muda, karena anak-anak muda saat disuruh biasanya tidak berpikir dan biasanya melakukan dulu, berpikirnya di belakang. Dalam hidup kita harus sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Dalam mengambil keputusan kita seharusnya tanya terlebih dahulu kepada Roh Kudus. Jika kita sok pintar, maka ujung-ujungnya ada kehancuran. Jika saja Hawa sebelum makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Tuhan, maka seharusnya tidak akan terjadi kejatuhan manusia. Kita harus melatih berkonsultasi dengan Tuhan melalui hal-hal yang simpel, misal tanya Tuhan hari ini kita harus pakai baju model seperti apa dan warna apa, hari ini mau masak apa, dan lain sebagainya. Dari hal yang simpel tersebut, maka saat kita mengalami sesuatu yang besar maka kita akan dapat menunggu terlebih dahulu arahan dari Tuhan. Lucifer jatuh karena dia mengambil inisiatif untuk menyamai Tuhan, sehingga mengambil keputusan karena kita sok pintar dapat disamakan dengan dosa kesombongan.

Konon ada malaikat bernama Azazeel, dia melihat banyak manusia di bumi yang diperdaya oleh Lucifer, maka Azazeel mengambil insiatif untuk membantu manusia yang ada di bumi untuk menolong dan mengajari manusia untuk menghadapi Lucifer. Tetapi pada saat Azazeel akan kembali ke surga, Tuhan menolak dia karena Azazeel tidak bertanya dahulu pada Tuhan akan perbuatan yang akan dilakukannya.

Pada saat Saul berperang dengan bangsa Amalek dan Tuhan memerintahkan agar semua orang Amalek beserta ternak-ternaknya harus ditumpas habis, namun Saul tidak melakukan tepat seperti yang Tuhan mau. Hewan-hewan ternak bangsa Amalek tidak ditumpas bahkan Agag, raja bangsa Amalek, tidak dibunuh, Saul lebih mendegarkan suara rakyatnya padahal Saul lah raja atas mereka. Hal ini menimbulkan ketidaksukaan Tuhan terhadap Saul.

Matius 21:6

  1. Menjadi keledai yang tidak lupa diri.

Ketika kita dipakai Tuhan, kita harus sadar bahwa kita ini hanya sebuah alat. Jangan sampai kita merasa hebat. Suatu saat pak Lukas didoakan oleh seorang hamba Tuhan, dan hamba Tuhan tersebut berkata: “Saya melihat sarung tangan emas”. Waktu itu pak Lukas tidak mengerti arti ‘sarung tangan emas’ tersebut. Kemudian pada saat pak Lukas sedang menyembah Tuhan, Tuhan berkata: “Engkau tahu artinya sarung tangan emas? Itu artinya hanyalah sebuah alat. Engkau itu tidak lebih daripada sebuah sarung tangan”. Jadi dari bahan apa pun sarung tangan itu, walaupun dari emas sekali pun, namun itu tetaplah hanya sarung tangan, yang berharga adalah tangan yang memakai sarung tangan tersebut (Tuhan). Ketika sarung tangan tersebut dilepas, apakah sarung tangan tersebut bisa melakukan sesuatu? Tidak, bukan?! Sering kali ketika hidup kita dipakai oleh Tuhan, diberkati oleh Tuhan, seakan-akan diri kita ini yang hebat, padahal Tuhanlah yang hebat. Yang membuat kita hebat ini sebenarnya adalah siapa yang di balik diri kita ini, yaitu Tuhan, sekali pun kita ini tidak ada apa-apanya. Pada saat Yesus ditinggikan dan dielu-elukan saat naik keledai (kita), apa yang terjadi saat keledai (kita) tersebut merasa dipuji dan mencuri kemuliaan kemudian tiba-tiba keledai (kita) tersebut berdiri dan menerima pujian maka Tuhan Yesus akan jatuh, artinya keledai (kita) tersebut mencuri kemuliaan Tuhan.

Oleh karena itu, kita harus minta pada Tuhan agar diri kita dilepaskan dari segala ikatan manusia lama kita, jangan memiliki inisiatif sendiri, dan janganlah lupa diri sebab semua berasal dari Tuhan.

Roma 8:28

Mari belajar untuk rendah hati dan jangan mencuri kemuliaan Tuhan, semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,151 other followers