Tuhan atau Mamon?

money-cross

1 April 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Matius 6:19-21

Harta bukan hanya masalah uang, tetapi harta kita bisa jadi adalah hobi kita, kepandaian kita, tenaga kita, waktu kita, talenta kita, dan lain-lain. Tuhan bilang bahwa di mana harta kita berada di situlah hati kita berada. Artinya adalah setiap apa yang kita lakukan maka akan menunjukkan di mana sebenarnya hati kita berada. Sebagai contoh saat kita bilang: “Hatiku tertuju pada Tuhan”, namun pertanyaannya adalah: “Apakah kita sudah segenap hati tertuju pada Tuhan?”, apakah harta kita kita ini sudah kita serahkan sepenuhnya pada Tuhan?

Matius 6:22-24

Hidup kita tidak mengabdi kepada dua tuan: Tuhan atau Mamon? Jika hidup kita mengarah kepada Mamon, maka kita tidak akan bisa mengabdi di saat yang sama kepada Tuhan. Apakah artinya kemudian kita meninggalkan segala hal termasuk pekerjaan kita dan kemudian kita hanya berdoa saja kepada Tuhan? Jawabannya adalah tidak! Tetapi kita harus melakukan segala sesuatunya untuk Tuhan. Kita harus bekerja, namun kita bekerja untuk Tuhan. Kita harus belajar, namun kita belajar untuk Tuhan. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu untuk Tuhan maka kita akan dapat mengerti perbedaan antara orang dunia dengan anak-anak Tuhan. Ketika anak-anak Tuhan mengerjakan segala sesuatu maka semua tujuannya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Tetapi jika kita masih bekerja dengan fokus untuk kepentingan diri kita sendiri maka itu belu 100% untuk Tuhan.

Sebenarnya hidup kita ini sudah diatur oleh Tuhan agar kita ini memiliki hidup yang diberkati, Tuhan tidak pernah merancangkan untuk hidup kita ini menderita, walaupun kadang kala ada Tuhan ijinkan hidup kita untuk mengalami penderitaan dengan tujuan untuk mendidik kita, tetapi pada dasarnya Tuhan ingin memberkati hidup kita. Tuhan tidak cuma berhenti sekedar untuk memberkati, karena saat Tuhan memberkati ada tujuannya. Tapi sering kali anak-anak Tuhan ketika diberkati hanya berhenti untuk kehidupannya sendiri. Padahal saat anak-anak Tuhan diberkati maka tujuannya adalah untuk memperlebar Kerajaan Tuhan. Pada saat kita mengerti poin ini maka hidup kita akan bebas dari masalah keuangan dan masalah-masalah yang lain. Kenapa banyak dari kita mengalami masalah keuangan? Jawabnya adalah karena pada hakekatnya kita tidak mengerti kenapa hidup kita ini diberkati, keinginannya adalah untuk memperkaya diri sendiri. Jika hidup kita adalah untuk memperkaya diri sendiri maka hidup kita akan mengalami stress. Kita harus sadar bahwa kita ini hanya pengelola, harta adalah milik Tuhan. Saat kita setia pada hal yang kecil maka kita akan dipercayakan untuk mengelola hal yang besar. Tuhan akan merasa sedih jika hidup kita ini sedikit diberkati namun kemudian fokus hidup kita kembali kepada Mamon.

Mamon bukan hanya masalah uang. Contoh saat Tuhan mempromosikan pekerjaan kita, namun karena kita semakin sibuk maka kita melupakan waktu kita dengan Tuhan, hal ini membuat Tuhan sedih. Kita bekerja keras tidak masalah, namun yang menjadi masalah adalah ketika kita kerja keras maka fokus hidup kita ada di mana? Apakah untuk diri sendiri atau untuk Tuhan? Untuk mengetahuinya simpel, yaitu dari segala sesuatu yang kita berikan, karena itu merupakan cerminan hubungan kita dengan Tuhan. Di saat seperti inilah dapat menjadi barometer apakah hidup kita ini cinta uang atau tidak? Contohnya adalah saat kita mendapat tantangan untuk berkorban dan menabur, tanyalah Tuhan berapa yang harus kita tabur. Jangan kita hitung-hitungan dengan berkata/berpikir: “Kalau aku menabur sekian, besok makan apa?”. Jika kita masih hitung-hitungan dengan Tuhan maka tanpa sadar sebenarnya kita masih terikat. Jika kita flashback saat kita mengalami cinta mula-mula dengan Tuhan, apa pun akan kita berikan untuk Tuhan. Namun saat kita memikirkan hal-hal di luar Tuhan, maka fokus hidup kita akan tertarik kepada Mamon itu sendiri, dan hal tersebut akan membuat kita tidak bisa melakukan hal-hal yang lebih lagi bersama Tuhan. Dalam Alkitab tertulis: “Kumpulkan harta harta di Surga”, artinya lakukan segala sesuatu dalam ketepatan yang Tuhan mau, belajar tidak mencintai diri sendiri. Kita harus belajar tidak berdiri di atas dua perahu, harus memilih antara Tuhan atau Mamon, sebab yang satu akan lebih diperhatikan daripada yang lainnya.

Dalam berdoa seringkali kita ini meminta namun tidak tahu hasil akhir dari yang kita minta tersebut, sehingga sering kali saat kita meminta sesuatu dan dikabulkan oleh Tuhan namun pada akhirnya akan berkata: “Kok jadinya seperti ini”, dan akhirnya kita menjadi kecewa. Oleh karena itu, saat kita diproses oleh Tuhan, kita harus letakan hati kita dengan penuh kerelaan sehingga Tuhan nantinya akan membuat proses yang diberikan kepada kita akan menjadi terasa cepat. Memang secara daging hal tersebut tidak enak namun hasil akhirnya akan kita nikmati. Dalam melalui proses janganlah hitung-hitungan dengan Tuhan, cukup berserah penuh kepada Tuhan saja. Belajarlah menikmati apa yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita dan ikuti jalur yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Jika fokus kita bercabang antara apa yang Tuhan inginkan dengan kehendak kedagingan kita maka itu akan menyiksa hidup kita, akan ada gejolak yang bertentangan dalam hidup kita, dan jika ujungnya keinginan daging kita yang lebih kuat maka kita akan lari dari Tuhan.

Kita ini dipegaruhi oleh dua hukum: hukum supranatural dan hukum natural. Hukum natural hanya menggunakan logika, apa yang menjadi keinginan daging itulah yang dilakukan. Sedangkan jika kita fokusnya kepada Tuhan maka kita akan dapat berjalan di dalam hukum supranatural. Untuk lompat dari hukum natural ke hukum supranatural akan sangat susah karena logika akan sangat kuat. Mari kita belajar segalanya diserahkan secara penuh kepada Tuhan sehingga nantinya apa pun yang kita inginkan asalkan Tuhan berkenan maka prosesnya akan cepat. Hidup itu penuh anugerah dan mujizat, namun apakah mau untuk dilatih sejak awal oleh Tuhan. Ibarat belajar jalan, pasti ada proses jatuh dan bangun. Sering kali banyak orang hanya mau segera jalan tanpa mau melalui proses jatuh dan bangun. Ada bagian yang harus kita bayar, namun saat kita taat dan setia pasti sesuai kehendak Tuhan maka nantinya akan terjadi sesuatu yang ajaib, walau pun awalnya akan tidak enak bagi daging kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Kehidupan dan Kematian

3d rendering of signs with

30 Maret 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Ulangan 30:15-20

Dalam hidup, kita hanya diberikan dua pilihan: kehidupan atau kematian. Tetapi saat kita memilih, Tuhan mengatakan agar kita memilih kehidupan. Setiap pilihan yang kita lakukan akan berpengaruh pada pilihan-pilihan yang kita ambil berikutnya. Saat kita mengambil pilihan yang salah dan kita tidak bertobat maka akhirnya akan tidak baik, misal saat kita mengambil keputusan untuk berbohong akan sesuatu, maka akan mengakibatkan kita akan berbohong terus-menerus. Jadi saat kita memilih kematian, maka berikutnya kita akan memilih kematian demi kematian, baik secara rohani maupun secara duniawi.

Pilihannya hanya kehidupan atau kematian, hitam atau putih. Tidak bisa kita memilih di tengah-tengahnya, sebab itu sama saja dengan suam-suam kuku yang berujung pada kematian. Kalau kita memilih untuk hidup ikut dengan Tuhan maka kita harus ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh. Pada ayat 19, dikatakan bahwa Tuhan memperhadapkan kita pada kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Namun Tuhan mengatakan agar kita memilih kehidupan supaya hidup kita dan keturunan kita baik.

Cara memilih kehidupan bagaimana? Mari kita lihat pada ayat 20 di mana Tuhan mengatakan agar kita mengasihi Tuhan, mendegarkan suara-Nya, dan berpaut kepada-Nya.

1. Mengasihi Tuhan

Untuk mengasihi Tuhan, maka kita perlu untuk mengenal Tuhan dengan baik, kita harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Jika seseorang mengatakan mencintai Tuhan tetapi tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan maka orang tersebut sebenarnya tidak mengasihi Tuhan, yang dilakukannya hanya sekedar lips service. Saat kita mengasihi Tuhan maka apa yang akan kita lakukan akan memilih kehidupan dan kita akan menyenangkan hati Tuhan. Mari kita belajar saat mengatakan “Aku mengasihi Tuhan”, maka kita lihat berapa banyak yang kita lakukan untuk Tuhan? Kita diciptakan bukan untuk menjadi robot, karena Tuhan memberikan freewill bagi kita. Tuhan selalu memberikan rancangan yang terbaik bagi manusia, bahkan pada awalnya Tuhan tidak pernah rancangkan Adam dan Hawa untuk jatuh, namun mereka jatuh karena adanya freewill. Oleh karena itu, saat kita kita merasa berbeban berat sebenarnya itu adalah karena pilihan kita untuk merasa berbeban berat. Tuhan senantiasa memperhadapkan kita kepada berbagai macam pilihan, namun jika kita memilih pilihan yang berasal dari kedagingan kita maka ujung-ujungnya adalah maut.

Contohnya adalah Lot (arti kata Lot = cover/perlindungan, dan yang meng-cover Lot pada saat itu adalah Abraham) yang sangat diberkati Tuhan hingga pada suatu saat terjadi pertengkaran antara gembala Lot dengan gembala Abraham, sehingga Abraham mempersilahkan untuk Lot memilih tanah yang akan Lot diami. Jika Lot bergaul dengan Tuhan benar-benar, seharusnya dia akan mempersilahkan Abraham sebagai orang meng-cover-nya untuk memilih terlebih dahulu dan hidupnya tidak akan berantakan. Namun apa yang Lot pilih adalah pilihan yang berasal dari kedagingannya. Jika kita bergaul benar-benar dengan Tuhan maka setiap keputusan seharusnya diperhadapkan kepada Tuhan agar Tuhan yang arahkan supaya kita mendapatkan kehidupan. Dalam kasus Lot, Lot memilih daerah Sodom (arti Sodom = their secret/rahasia mereka) dan Gomorah (arti Gomorah = rebelious people/orang-orang pemberontak). Jika kita dalam mengambil keputusan tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan Tuhan maka sebenarnya kita ini sudah memberontak kepada Tuhan dan ujungnya adalah kematian. Jika kita menuruti kedagingan/keinginan kita sendiri maka iblis akan tawarkan sesuai yang indah di depan, namun ujungnya adalah maut. Dikatakan bahwa Sodom dan Gomorah itu sangat indah dan subur, seperti taman Eden, namun ternyata ujungnya maut.

Jadi sebenarnya yang tahu apa yang terbaik untuk kedepannya adalah Tuhan, oleh karena itu belajarlah untuk memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, jika kita akan melakukan pilihan atau memiliki keinginan belajarlah untuk menyodorkan pilihan tersebut kepada Tuhan dan berkata: “Tuhan, Engkau mau yang mana?” Simson juga menjadi contoh bagaimana dia tidak belajar untuk berjalan dengan Tuhan, saat dia menyukai perempuan Filistin memang karena penentuan dari Tuhan untuk menciptakan gara-gara, namun Simson tidak belajar dan mulai menyukai Delilah (arti Delilah = kecil) yang bukan dari Tuhan.

2. Mendengarkan suara Tuhan

Kita tidak akan pernah mendegarkan suara Tuhan jika kita tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Untuk memiliki hubungan dengan Tuhan tidak bisa dibangun secara instan, namun perlu waktu. Bagaimana kita bisa mendengar suara Tuhan jika kita datang kepada Tuhan saat menghadapi masalah? Hubungan dengan Tuhan itu perlu dibangun hari demi hari, bahkan hubungan tersebut akan sampai pada level di mana Tuhan tidak berbicara namun hanya memberikan kode dan kita akan mengetahui maksud dan kehedak Tuhan.

3. Hidup berpaut pada Tuhan

Hidup berpaut pada Tuhan artinya berserah/bergantung penuh pada Tuhan, sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Pada saat kita mengatakan bahwa “Aku bisa melakukan dengan kekuatanku” artinya hidup kita tidak berpaut pada Tuhan dan pilihan yang kita tentukan berasal dari diri kita, seharus kita sadar dan mengatakan “Tuhan, aku ini tidak bisa apa-apa tanpa-Mu, biar Engkau yang tentukan ya Tuhan” maka Tuhan yang akan turun tangan dan memilihkan yang terbaik untuk kita. Lucifer jatuh karena dia tidak berpaut pada Tuhan dan sadar dia tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan, dia berkata “Aku ini bisa, Tuhan. Aku ingin seperti Engkau”, detik ketika dia bersikap seperti itu maka dia jatuh. Saat kita memilih yang dari kedagingan kita maka tanpa sadar ujung-ujungnya adalah pemberontakan, sebab pemberontakan tidak selalu karena menghujat Tuhan, tetapi kita harus berhati-hati tidak melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan kita sendiri namun belajarlah menyerahkan setiap keputusan kepada Tuhan.

Mari kita kejar Tuhan lebih lagi, sebab hari-hari ini sudah semakin singkat. Sudah banyak hamba Tuhan yang berada di berbagai belahan dunia menyampaikan hal yang sama, yaitu hari kedatangan Tuhan sudah sangat dekat. Kadang kita harus berpikir “Tuhan, jika Engkau datang kelak, apakah Engkau akan dapati aku ini sudah bekerja sesuai dengan porsiku atau belum? Apakah aku sudah genapkan dan sudah tuntaskan tugasku atau belum?”. Jika hubungan kita tidak intim dengan Tuhan, bagaimana kita bisa mengerti destiny dan apa yang Tuhan mau dari hidup kita? Sebab Tuhan itu sudah menetapkan destiny dari diri kita masing-masing, Tuhan sudah atur semuanya. Namun sering kali saat kita tidak bisa mencapai destiny kita sebenarnya hal tersebut dikarenakan pilihan-pilihan kita sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Orang yang bergantung penuh pada Tuhan sudah tidak akan lagi berbicara tentang dirinya sendiri, tetapi yang dia bicarakan selalu tentang Tuhan. Kita ini hanya alatnya Tuhan dan yang namanya alat tidak bisa bermegah atas dirinya sendiri, tetapi yang empunya alat yaitu Tuhan saja yang bisa bermegah sebab Dia yang mempunyai kuasa.

Tuhan Yesus memberkati.

Keledai

minggu-palma-10

Minggu, 25 Maret 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Matius 21:1-11

Firman ini menggambarkan bahwa hal tersebut merupakan hubungan kita dengan Tuhan, keledai betina yang digambarkan di firman tersebut merupakan kita sebagai mempelai-Nya Tuhan.

  1. Menjadi keledai yang dilepaskan dari tambatannya.

Dikatakan bahwa seekor keledai tersebut ‘tertambat’, tertambat memiliki arti terikat, dulu hidup kita ini tertambat pada dosa. Tetapi ketika ada Yesus, Dia mengatakan: “Lepaskanlah dia!”. Hidup kita juga sama, saat Tuhan Yesus masuk dalam hidup kita maka Dia akan berkata: “Lepaskanlah dia!”, sebab hidup kita akan dipakai oleh Tuhan, seperti Yesus memakai keledai yang tertambat. Oleh sebab itu ada orang-orang yang dipanggil, dipilih, dan ditetapkan. Detik ketika terima Tuhan Yesus maka kita ini dibebaskan dari dosa-dosa kita, maka kita termasuk orang-orang yang dipanggil. Langkah berikutnya adalah menjadi orang-orang yang dipilih. Seperti apa pun hidup kita ini, saat Tuhan memerlukan hidup kita maka akan terjadi kelepasan yang dari Tuhan. Hidup kita perlu dilepaskan baru Tuhan bisa memakainya. Seperti keledai yang tetap tertambat tanpa dilepaskan, bagaimanakah keledai tersebut bisa dipakai oleh Yesus, dan Yesus tidak bisa dimuliakan. Untuk hidup kita bisa memuliakan Tuhan Yesus, maka hidup kita ini harus dilepaskan dari keterikatan dari manusia lama kita.

  1. Menjadi keledai yang bodoh.

Kemudian selama hidup kita ini dipakai Tuhan, Tuhan inginkan agar hidup kita ini seperti keledai, yaitu ‘bodoh’, sebab keledai itu melambangkan binatang yang paling bodoh. Artinya saat Tuhan pakai hidup anak-anak-Nya, sering kali anak-anak-Nya ini merasa sok pintar. Sering kali anak-anak Tuhan memakai inisiatifnya sendiri, merasa mampu, merasa bisa, padahal Tuhan inginkan agar kita ini mengandalkan arahan dari Tuhan.

1 Samuel 13:5-14

Seperti Saul yang mengambil inisiatif sendiri, bahkan inisiatif tersebut dikemas dalam hal rohani, hukumnya yang seharusnya memberikan korban bakaran adalah Samuel dan Saul tidak berhak. Misalnya adalam hal perpuluhan, ada orang-orang yang mengambil inisiatif sendiri untuk membagi-bagi perpuluhan dengan alasan yang rohani, semestinya Tuhan tidak menyukai hal tersebut. Saat kita ingin memberkati orang lain, seharusnya memberi di luar dari perpuluhan. Saat inisiatif yang berperan maka hidup kita tidak akan berada dalam ketepatan bersama Tuhan.

Matius 21:5

Keledai yang dipakai Tuhan adalah keledai beban yang muda. Artinya adalah saat kita dipakai oleh Tuhan kita harus memiliki tanggung jawab memikul beban. Saat Tuhan menyuruh untuk melakukan sesuatu, maka hidup kita seharusnya tidak perlu ada pertimbangan-pertimbangan tetapi harus segera melaksanakannya. Kadang Tuhan ingin kita ini memiliki jiwa yang muda, karena anak-anak muda saat disuruh biasanya tidak berpikir dan biasanya melakukan dulu, berpikirnya di belakang. Dalam hidup kita harus sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Dalam mengambil keputusan kita seharusnya tanya terlebih dahulu kepada Roh Kudus. Jika kita sok pintar, maka ujung-ujungnya ada kehancuran. Jika saja Hawa sebelum makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Tuhan, maka seharusnya tidak akan terjadi kejatuhan manusia. Kita harus melatih berkonsultasi dengan Tuhan melalui hal-hal yang simpel, misal tanya Tuhan hari ini kita harus pakai baju model seperti apa dan warna apa, hari ini mau masak apa, dan lain sebagainya. Dari hal yang simpel tersebut, maka saat kita mengalami sesuatu yang besar maka kita akan dapat menunggu terlebih dahulu arahan dari Tuhan. Lucifer jatuh karena dia mengambil inisiatif untuk menyamai Tuhan, sehingga mengambil keputusan karena kita sok pintar dapat disamakan dengan dosa kesombongan.

Konon ada malaikat bernama Azazeel, dia melihat banyak manusia di bumi yang diperdaya oleh Lucifer, maka Azazeel mengambil insiatif untuk membantu manusia yang ada di bumi untuk menolong dan mengajari manusia untuk menghadapi Lucifer. Tetapi pada saat Azazeel akan kembali ke surga, Tuhan menolak dia karena Azazeel tidak bertanya dahulu pada Tuhan akan perbuatan yang akan dilakukannya.

Pada saat Saul berperang dengan bangsa Amalek dan Tuhan memerintahkan agar semua orang Amalek beserta ternak-ternaknya harus ditumpas habis, namun Saul tidak melakukan tepat seperti yang Tuhan mau. Hewan-hewan ternak bangsa Amalek tidak ditumpas bahkan Agag, raja bangsa Amalek, tidak dibunuh, Saul lebih mendegarkan suara rakyatnya padahal Saul lah raja atas mereka. Hal ini menimbulkan ketidaksukaan Tuhan terhadap Saul.

Matius 21:6

  1. Menjadi keledai yang tidak lupa diri.

Ketika kita dipakai Tuhan, kita harus sadar bahwa kita ini hanya sebuah alat. Jangan sampai kita merasa hebat. Suatu saat pak Lukas didoakan oleh seorang hamba Tuhan, dan hamba Tuhan tersebut berkata: “Saya melihat sarung tangan emas”. Waktu itu pak Lukas tidak mengerti arti ‘sarung tangan emas’ tersebut. Kemudian pada saat pak Lukas sedang menyembah Tuhan, Tuhan berkata: “Engkau tahu artinya sarung tangan emas? Itu artinya hanyalah sebuah alat. Engkau itu tidak lebih daripada sebuah sarung tangan”. Jadi dari bahan apa pun sarung tangan itu, walaupun dari emas sekali pun, namun itu tetaplah hanya sarung tangan, yang berharga adalah tangan yang memakai sarung tangan tersebut (Tuhan). Ketika sarung tangan tersebut dilepas, apakah sarung tangan tersebut bisa melakukan sesuatu? Tidak, bukan?! Sering kali ketika hidup kita dipakai oleh Tuhan, diberkati oleh Tuhan, seakan-akan diri kita ini yang hebat, padahal Tuhanlah yang hebat. Yang membuat kita hebat ini sebenarnya adalah siapa yang di balik diri kita ini, yaitu Tuhan, sekali pun kita ini tidak ada apa-apanya. Pada saat Yesus ditinggikan dan dielu-elukan saat naik keledai (kita), apa yang terjadi saat keledai (kita) tersebut merasa dipuji dan mencuri kemuliaan kemudian tiba-tiba keledai (kita) tersebut berdiri dan menerima pujian maka Tuhan Yesus akan jatuh, artinya keledai (kita) tersebut mencuri kemuliaan Tuhan.

Oleh karena itu, kita harus minta pada Tuhan agar diri kita dilepaskan dari segala ikatan manusia lama kita, jangan memiliki inisiatif sendiri, dan janganlah lupa diri sebab semua berasal dari Tuhan.

Roma 8:28

Mari belajar untuk rendah hati dan jangan mencuri kemuliaan Tuhan, semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Pelayanan di Filipina

Indonesia-Philippines

Shalom saudara terkasih di dalam Tuhan,

AOC Manado akan melayani saudara-saudara kita di Filipina, tepatnya di General Santos City. Di sana kami akan melayani orang-orang Indonesia yang tinggal di Filipina. Mayoritas pekerjaan mereka adalah nelayan yang secara ekonomi dapat dikatakan kalangan bawah. Di sana kami juga akan melayani sekolah-sekolah.

Bagi saudara yang ingin ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, silahkan bantu kami dalam doa agar terjadi lawatan yang luar biasa. Bagi yang terbeban untuk membantu dalam bentuk donasi, saudara dapat menabur benih dengan transfer ke nomor rekening BCA: 026-215-3311 (a. n. Sutikno Wijaya).

Info lebih lanjut silahkan menghubungi: 085-262-555-777.

Salam God’s revival!!

Melayani dengan Spirit of Excellent

 

Excellentservice

Minggu, 23 Maret 2014

Ev. Nova Naomi Kumendong

 

Keluaran 35 : 30-35

Mari pertajam panggilan kita dalam Tuhan, bangkitkan gelora cinta, tanpa bersungut-sungut, maka itu menjadi syarat untuk Tuhan akan memperlengkapi kita dengan spirit of excellent yaitu roh keahlian, pengertian, dan pengetahuan dalam segala macam pelayan serta pekerjaan. Setiap kita di perlengkapi oleh Tuhan, dan kalau itu menjadi kerinduan kita, maka kita perlu meminta spirit of excellent sampai maksimal dalam pelayanan. Mulailah segala sesuatu dengan sprit of excellent.

Ada 5 hal Tuhan akan memperlengkapi kita, kita akan diberikan roh keahlian. Hal ini dapat kita pelajari dari:

1. Bezaleel, artinya dalam bayang-bayang Tuhan (“bayangan” mengikuti gerakan kita).

Bezaleel artinya kita belajar melakukan tepat seperti yang Bapa lakukan. Lakukan segala sesuatu seperti yang Tuhan lakukan atau perintahkan, jangan seenak-enaknya yang mau kita lakukan, jangan sesuai dengan keinginan hati kita sendiri. Tapi belajar dalam bayang-bayang Tuhan, tunggu apa maunya Tuhan atau apa perintah Tuhan untuk kita.

Seperti apa yang dikatakan Tuhan Yesus saat pernikahan di Kana: “Bapa belum menunjukkan kepada Aku, belum bisa aku lakukan, waktu-Ku belum tiba.” Kita harus belajar melakukan tepat seperti yang Bapa lakukan, mempunyai mata rohani yang terbuka, serta mengerti tentang apa yg Tuhan mau. Tuhan pilih kita dan penuhi kita dengan roh keahlian.

2. Uri, artinya kobaran api.

Ibrani 1:17

Kita adalah pelayan-pelayan api Tuhan, sehingga minimal di manapun kita berada maka kita harus membawa apinya Tuhan: api kegerakan, cinta akan Tuhan, pemulihan, menyemangati yang lemah, dsb.

Kalau kita sadar bahwa dalam diri kita adalah pelayan api Tuhan, maka kita akan tahu bagaimana cara membangkitkan kobaran api Tuhan itu. Belajarlah melakukan kasih, beri makan roh kita, bangkitkan diri kita, menyemangati diri sendiri, belajar bangkitkan roh keahlian yang ada dalam diri kita, dengan berbagai cara (misal: baca Alkitab, dengarkan firman Tuhan) kita bisa mendapatkan urapan Tuhan. Di mana kita berada, kita harus membawa api Tuhan, kobarkanlah  api, ini adalah tugas kita.

Belajar mempunyai mental yang berkata: “Aku ini mempunyai roh yang luar biasa, dipakai Tuhan luar biasa.” maka kita menjadi rekan kerja Allah, atau duta-duta-Nya ini adalah kehormatan bagi kita, sehingga cara melayani, melakukan apapun beda karena ada otoritas yang menyertai kita. Kunci segalanya adalah dekatkan diri kita dengan Tuhan, maka fasilitas demi fasilitas pasti mengikuti kita. Jangan kejar fasilitasnya saja, tetapi cari yang menjadi sumber fasilitas atau berkat yaitu Tuhan, belajar serius dalam melayani Tuhan, belajar melakukan semua dengan kobaran api, passion, dan belajar dekat dengan Tuhan.

3. Hur, artinya white lenan (lenan putih).

Hur berbicara tentang service atau pelayanan, yaitu cara melayani dan melakukan dlm banyak hal. Kalau pelayanan kita menyentuh hati Tuhan, maka fasilitas apa saja Tuhan pasti akan berikan. Jangan melayani Tuhan hanya asal-asalan saja, karena jika pelayanan kita berhasil menyentuh hati Tuhan, tanpa kita kejar atau meminta-minta ke Tuhan, maka berkat atau fasilitas akan Tuhan berikan secara langsung.

4. Aholiab, artinya kemah dari Bapa.

Untuk kita diperlengkapi lebih lagi, maka kita harus belajar suka tinggal dalam kemah Bapa di Sorga, punya tempat tersembunyi dengan Tuhan. Bagaimana caranya kita bisa bersembunyi dalam kemah Tuhan? Lakukan yang masing-masing kita tahu misalnya: menyendiri berdoa di kamar, berkomunikasi dengan Tuhan saat sedang jalan-jalan, memandang laut dan menikmati apa yang kita lihat sambil berkomunikasi dengan Tuhan, dll.

Selain sibuk dalam pelayanan dan segala macam kegiatan apapun, kita tetap harus suka tinggal di kemah Bapa Sorgawi karena ini adalah kunci dari segalanya. Cari waktu untuk mempunyai keintiman dengan Tuhan kita.

5. Ahisamakh, artinya saudara yang memberi dukungan.

Saling memberi dukungan sebagai saudara, dalam pelayanan kita harus saling memberi dukungan (misal: doa, teguran yg membangun, dll). Belajar menjadi saudara yang mendukung.

 

Kesimpulannya adalah kita harus belajar memberikan service of excellent di mana pun kita berada (baik dalam pelayanan maupun di sekuler). Service of excellent artinya melakukan lebih dari pada yang diminta, memberikan yang terbaik atau sebaik-baiknya, jangan asal-asalan saja kepada Tuhan atau sesama.

Dalam hidup harus kita berikan segala-galanya buat Tuhan, sepenuhnya menyukakan hati Tuhan. Oleh karena itu penting untuk memiliki hati hamba.

Tuhan Yesus memberkati.

14.14.14

141414

Kamis, 20 Maret 2014

 Pdt. Chris Muntu

 

Pada awalnya ketika pak Chris Muntu mendapat undangan untuk mengikuti kegerakan 14.14.14 tidak bisa menerima dan mempunyai pikiran yang negatif, yaitu ini semua mistik. Sampai pada suatu saat pak Chris Muntu menyelidiki akan arti 14.14.14 di Alkitab, dan ternyata kegerakan 14.14.14 itu Alkitabiah.

 

1. Hari Kemerdekaan.

Keluaran 14:13-14

Ayat tersebut berbicara mengenai kemerdekaan, yaitu ketika umat Tuhan keluar dari tanah Mesir. Pada saat orang-orang Mesir menghimpit, maka Tuhan memberikan keselamatan atas orang Israel. Pada Keluaran 14 ayat 14 dikatakan: “Tuhan akan berperang untuk kamu dan kamu akan diam saja.” Kita ini adalah orang-orang Israel secara rohani, dan pada saat kita melakukan kegerakan 14.14.14 maka Tuhan akan berperang bagi kita dan keselamatan dari Tuhan datang dalam hidup kita.

 

2. Hari Raya Paskah.

Bilangan 28:16

“Dalam bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu adalah Paskah bagi Tuhan.”

Paskah dalam bahasa aslinya adalah Passover atau Tuhan melaluinya. Waktu Tuhan mau menuai bangsa Mesir dengan membunuh anak-anak sulung, maka Tuhan memberi perintah untuk mengoleskan darah anak domba pada ambang pintu rumah tiap-tiap orang Israel dan setiap rumah yang ada darah anak dombanya tidak akan terkena tulah Tuhan. Dan inilah yang menjadi dasar hukum bahwa darah Kristus telah membebaskan hidup kita, yaitu Paskah.

 

3. Hari Raya Purim.

Ester 9:1-9

Hari raya Purim adalah perayaan akan pembalikan keadaan di mana pejabat yang bernama Haman ingin membinasakan bangsa Israel tetapi justru yang terjadi adalah sebaliknya. Bangsa Israel mempertahankan nyawanya dan menumpas musuh-musuhnya. Hari kemenangan itu dirayakan pada hari keempat belas bulan Adar.

 

4. Hari Penobatan Sebagai Duta Kerajaan Allah.

Matius 1:17

“Jadi seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.”

Suatu saat pak Chris Muntu sedang melakukan mezbah keluarga dan membahas tentang Matius 1:1-7. Di tengah-tengah pak Chris Muntu sedang sharing, kedua anaknya mengatakan: “Pa, di Alkitab ada yang salah. Dari pembuangan ke Babel sampai Kristus cuma ada tiga belas keturunan, bukan empat belas.” Singkat cerita, Roh Kudus menjelaskan kepada pak Chris Muntu bahwa yang keempat belas itu adalah kita. Karenan Kristus adalah Kepala dan kita gereja adalah tubuh-Nya. Firman ini menjelaskan bahwa kita dipilih sebagai duta-duta Kerajaan Allah untuk mengabarkan Injil dan mewakili Tuhan di bumi ini.

 

5. Hari Kasih Sayang.

Kita mengetahui bahwa dunia merayakan hari Valentine tanggal 14 Februari, tetapi buat kita tidak hanya tanggal 14 Februari, tetapi setiap hari merupakan hari kasih sayang, Hal ini bisa terjadi sebab hidup kita sudah dipulihkan, dan hanya orang yang sudah pulih yang dapat memulihkan orang lain.

 

Kegerakan 14.14.14 itu apa? Yaitu berdoa pada jam 14.00 pada tanggal 14 sepanjang tahun 2014. Jika kita lakukan ini secara serentak, maka Indonesia akan terjadi dan mengalami kemerdekaan, keselamatan, pembalikan keadaan, dan dipulihkan. Mari kita bergabung dalam kegerakan 14.14.14 untuk Indonesia Baru! Mari berdoa bagi bangsa di mana pun kita berada!

 

Tuhan Yesus memberkati.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,089 other followers