Nahor

Nahor

Selasa, 4 Maret 2014 

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

 

Kejadian 11:22-26

Hari-hari ini Tuhan sangat kuat mengajar tentang orang yang bernama Nahor. Nahor memiliki arti: mendengus atau menghela nafas. Di dalamnya, Nahor juga memiliki arti rasa tidak puas, tidak puas terhadap apa pun, misalnya tidak puas terhadap lingkungan, terhadap suami atau istri, terhadap pemimpin, dll. Rasa tidak puas ini jika tidak dibereskan akan bahaya, karena jika seseorang memiliki rasa tidak puas maka selalu didalamnya akan ada rasa kecewa, lama-lama menjadi pahit hati. Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, janganlah kita menjadi Nahor, jangan suka mengeluh, karena Nahor juga memiliki arti berkeluh-kesah. Saat seseorang berkeluh-kesah, maka kekecewaan dan kepahitan akan masuk, sehingga Nahor akan melahirkan yang namanya Terah. Terah memiliki arti kambing liar. Segala sesuatu dalam diri kita ini memiliki yang namanya Terah, yaitu kedagingan. Apa yang menjadi kambing liar dalam diri kita? Bisa jadi adalah kemarahan, kekecewaan, kepahitan, emosi, keras kepala, kebebalan, susah menundukkan diri, pemberontakan, dsb. Jika Nahor dalam hidup kita tidak dibereskan, maka akan menciptakan Terah dalam hidup kita. Hal ini diawali dari rasa berkeluh-kesah, kecewa, dan pahit. Sampai di titik ini, di dalam Terah, jika kita masih tidak sadar maka akan muncul yang namanya Abram. Arti Abram adalah ‘bapa yang diagungkan’, artinya jika Terah dalam hidup kita tidak dibereskan maka akan mucul ego yang terlalu berlebihan dan menganggap orang lain itu selalu di bawah. Jika ada orang lain yang melebihi dia, maka dia akan kecewa dan mencari cara agar saingannya tersebut dijatuhkan. Jika Abram muncul dalam hidup kita, maka kita akan susah untuk belajar yang namanya rendah hati, sikapnya hanya memikirkan: “Aku, aku, aku, dan aku!”. Selain Abram, Terah juga memperanak Nahor lagi, artinya barang siapa tidak membereskan Terah dalam hidupnya, maka Nahor akan muncul lagi, terus seperti itu berputa-putar. Kemudian selain Abram dan Nahor, maka Terah juga memperanak Haran yang memiliki arti ‘daerah pegunungan’, ini sama seperti Abram, selalu ingin berada di atas dan ditinggikan, tidak mau turun untuk menginjil, tidak peduli untuk menyelamatkan jiwa-jiwa, pokoknya tidak peduli terhadap orang lain, hanya memikirkan ego diri sendiri.

Yang menyebabkan kita ini gampang berkeluh-kesah, gampang tidak puas hati, di awali dari Serug yang artinya ‘bercabang’, artinya jika hati kita ini bercabang maka kita tidak akan bisa fokus kepada Tuhan. Semisal saat kita tidak cocok dengan pimpinan kita, menganggap kita ini lebih benar dari pada pemimpin kita, maka hati kita ini mulai bercabang, maka kita tidak bisa fokus atau sejalan dengan pemimpin. Maka dari situlah kita akan mulai membanding-bandingkan dengan pemimpin lainnya, hati kita sudah bercabang. Serug memperanak Nahor pada umur 30 tahun, di Alkitab jika bicara tentang umur 30 tahun melambangkan puncak seseorang, jadi kalau Serug dalam diri kita tidak dibereskan hingga mencapai puncaknya maka hati kita akan becabang-cabang, yang akan keluar adalah keluh-kesah demi keluh-kesah, tidak akan pernah puas, hidup kita akan mulai membanding-bandingkan. Ketika Nahor dalam diri kita tidak pernah dibereskan, Alkitab mencatat bahwa Nahor memperanak Terah pada umur 29 tahun, angka 2 melambangkan keintiman dan 9 artinya kelimpahan dan kesempurnaan, maka kita akan semakin intim dalam mengeluh hingga sampai pada titik di mana itu menjadi kebiasaan maka akhirnya akan membuat kita memunculkan yang namanya Terah yang akan membuat hidup kita menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan. Jika Terah tidak bisa dikendalikan, maka Terah juga memiliki arti ‘penundaan’, yang artinya dapat membuat semua janji-janji Tuhan akan tertunda. Mari kita belajar untuk tidak gampang berkeluh-kesah. Masalah boleh datang, kita boleh berbeda prinsip dengan pimpinan kita, sebab hal tersebut wajar, tetapi yang membedakan adalah bagaimana sikap hati kita. Yang Tuhan nilai sering kali adalah sikap hati kita. Jika reaksi hati kita ini berkeluh-kesah, menghakimi, maka tanpa sadar kita akan menciptakan Terah dalam hidup kita. Jangan biarkan keliaran kita menunda janji-janji Tuhan terpenuhi dalam hidup kita.

chart1

Ayub 23:2

Ayub berkata saat dia berkeluh-kesah maka akan timbul pemberontakan, hal ini timbul saat kepahitan dan kekecewaan muncul. Ingat bahwa apa pun yang kita lakukan adalah kita lakukan untuk Tuhan, kita mau kepahitan, kita mau berkeluh kesah, ingatlah bahwa kepahitan dan keluh-kesah kita itu akan naik ke hadapan Tuhan. Oleh karena itu Paulus mengatakan untuk mengucap syukur dalam segala hal, karena hidup kita adalah penyembahan bagi Tuhan. Apakah kita mau memilih untuk mengeluh atau mengucap syukur dalam setiap hal yang terjadi dalam hidup kita? Entah itu timbul di hati maupun sampai terucap, jangan sampai kita gampang untuk mengeluh. Belajar untuk lebih mengucap syukur dari pada berkeluh-kesah, walau pun tidak mudah tetapi belajar hingga hati kita ini terdidik untuk mengucap syukur pada Tuhan. Saat kita mengumpat di belakang pemimpin kita, tanpa kita sadar umpatan itu naik ke hadapan Tuhan, apa pun yang kita lakukan akan langsung naik ke hadapan Tuhan.

 Mazmur 55

Serahkan kekhawatiran kita kepada Tuhan, tidak selamanya dibiarkan orang benar itu goyah. Kita boleh saja mengalami apa pun, namun belajarlah untuk mengucap syukur. Beberapa orang yang dipenuhi kepahitan dan kekecewaan akan menganggap semua orang itu salah dan yang benar hanya dia sendiri. Bahkan jika orang tersebut merasa masih dipakai oleh Tuhan dan diurapi oleh Tuhan, tetapi ada masanya di mana antara dipakai Tuhan dengan ‘dimanfaatkan’ hanya beda tipis. Dalam kitab Matius diceritakan ada orang-orang yang bernubuat dan mengadakan mujizat demi nama Tuhan, namun Tuhan menolak mereka. Nahor dan Terah juga dipakai Tuhan bukannya tidak, sebab melalui garis keturunan mereka Yesus dilahirkan (Lukas 3). Kita boleh saja dipakai dan diurapi oleh Tuhan, tetapi jika hidup kita dipenuhi oleh keluh-kesah, maka keluh-kesah itu akan mengahancurkan pengurapan akan diri kita sendiri. Mari jangan biarkan diri kita dipenuhi oleh Nahor, jangan kita menjadi pasukan Nahor. Tetapi jadikan hidup kita dipenuhi ucapan syukur dan menyenangkan hati Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s