Pergilah ke Sungai Yordan

jordan_river

Minggu, 9 Maret 2014

Ev. Daniel Tjipto

 

Jika kita sendiri ingin melekatkan hati kita pada Tuhan sebenarnya bisa, tetapi susah. Sering kali kita ingin, tetapi tidak bisa. Ini terjadi karena kita sebagai manusia sering kali terkotori dengan segala macam hal:

  1. Keturunan. Sejak kita lahir sudah membawa dosa dan karakter keturunan.
  2. Lingkungan.
  3. Di mana kita menempuh sekolah/pendidikan.

Itu semua membuat orang menjadi memiliki karakter. Karakter-karakter tersebut membuat kita susah untuk melekat kepada Tuhan. Begitu juga yang terjadi pada diri pak Daniel, lahir di keluarga Kristen, sejak kandungan sudah beragam Kristen, tetapi hidupnya dahulu saat remaja juga amburadul, ingin berbuat baik, ingin jadi anak baik susah, ingin bertingkah laku baik tetapi jatuh lagi. Ini karena karakter-karakter dan segala sesuatu yang membentuk diri kita. Oleh karena itu kita perlu minta kepada Tuhan untuk melekatkan hati-Nya kepada hati kita, itulah yang memampukan kita. Bagian kita adalah:

  1. Merendahkan hati kita. Kita merasa bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan, jangan sombong, jangan merasa kuat, jangan merasa mampu.
  2. Melangkah, berusaha bersama Roh Kudus. Kita harus percaya pasti bisa, karena Roh Kudus yang memampukan.

Hari-hari ini kita harus mengerti, ada yang namanya tawaran Tuhan untuk kita menjadi tawanan Roh. Dulu kita menjadi tawanan daging, dulu kita menjadi tawanan neraka, sifat-sifat setan mengikat kita. Setan tahu bahwa manusia itu sebenarnya tidak bisa jika tidak terikat, sebab manusia jika tidak ada ikatan akan jadi liar, oleh karena itu setan mengikat. Namun Tuhan tidak rela kalau anak-Nya diikat oleh kuasa gelap, makanya Tuhan berikan Penebus Dosa, di kayu salib Yesus sudah memenangkan kita semua, jadi kita bisa dibebaskan dari setiap ikatan dari kuasa kegelapan. Sesudah itu, kita dididik untuk menjadi seorang hamba. Dan pada waktu kita dididik menjadi seorang hamba, Tuhan menawarkan agar kita menjadi tawanan Roh Kudus. Supaya apa yang terlah tertulis dalam Tuhan, supaya destiny yang sudah Tuhan berikan kepada kita itu terjadi, supaya semua janji-janji-Nya terjadi dalam hidup kita. Jadi memang benar, bahwa rancangan Tuhan adalah damai sejahtera. Dia tidak ingin kita melarat, tidak ingin kita menderita. Tuhan ingin agar semua yang tertulis dalam firman, yaitu janji-janji-Nya, dapat terjadi.

Kalau kita melihat keadaan kita sekarang ini, kalau kita melihat tanda-tanda jaman sekarang ini, sudah mengerikan. Keadaan jaman saat ini sudah menuju kepada kedatangan Tuhan yang kedua kali. Antara bulan Mei sampai dengan Juni 2014, setiap bayi yang lahir di Eropa dan Amerika mutlak harus dipasang chip dalam tubuhnya, ini menyebabkan bayi itu langsung putus hubungan dengan surga. Karena firman Tuhan bilang tubuh kita tidak boleh dipasangi chip. Kalau sampai tubuh manusia dipasangi chip, itu berarti manusia tersebut sudah putus hubungan dengan surga. Bisa kita bayangkan, berapa banyak anak-anak yang nantinya akan langsung teken kontrak dengan neraka? Itu terjadi karena penggenapan firman Tuhan. Dalam firman dikatakan bahwa menjelang Yesus datang untuk kedua kalinya, semua manusia akan diberi chip. Dan chip ini sebenarnya adalah 666. Salah seorang teman pak Daniel, membeli chip dari Cina yang dapat ditanamkan di tubuh manusia dan binatang. Teman pak Daniel tersebut mencoba untuk menanamkannya ke tubuh anjing-anjing peliharaannya sendiri, sehingga jika dia sedang keluar kota, dia tinggal buka laptop dan terkoneksi dengan jaringan untuk kemudian dapat melihat anjing-anjingnya sedang berada di mana dan sedang melakukan apa. Kemudian dia mengajak temannya yang punya usaha peternakan ayam potong untuk menanamkan chip tersebut ke seluruh ayam di peternakannya, sehingga ayam-ayam tersebut dapat ketahuan apa bila ada yang sakit atau mati, dan juga dapat ketahuan penyebab sakit atau kematiannya itu apa. Tetapi teman pak Daniel tahu akibatnya jika chip itu ditanam pada tubuh manusia, tahu bahwa itu akan mengakibatkan putus hubungan dengan Tuhan.

Ini benar-benar terjadi, sehingga kita harus sadar bahwa kita sekarang benar-benar berada di akhir dari akhir jaman. Kedatangan Tuhan sudah sebentar lagi, bahkan tidak akan lebih dari 5 tahun. Ini bicara tentang maranatha, Tuhan datang di awan-awan. Tapi jangan terus kita bilang: “Tuhan sudah mau datang, sudahlah aku tidak usah menikah saja. Aku mau hidup sepenuhnya untuk Yesus saja”. Jangan bicara seperti itu karena nanti bisa saja jatuh, karena itu kesombongan. Ikuti Tuhan seperti kata pak Yusak: “Nggelinding wae”. Kemana Tuhan suruh jalan ya jalani saja. Jika sekarang sekolah ya sekolah yang benar, dan yang kerja ya kerja yang benar, karena itu destiny kita, itu panggilan kita. Jika ada yang pelayanan ya pelayanan yang benar. Ini supaya kita dapat menyelesaikan destiny kita. Setiap manusia hidup sudah ada tugas yang harus diselesaikan. Jika tidak kita selesaikan, ya susah, bisa-bisa kita tidak diangkat karena kita belum selesaikan tugas kita.

Kita harus mengucap syukur bahwa kita tinggal di Indonesia. Di Amerika, tim chip sudah dah masuk ke sekolah-sekolah. Mereka mendekati anak-anak dengan memakai cerita-cerita yang menarik, memakai pahlawan-pahlawan komik, untuk menawarkan agar mereka mau dipasangi chip dengan iming-iming dapat mendeteksi kesehatan, memberikan keamanan bagi anak dan orang tua karena orang tua dapat mengetahui anaknya ada di mana. Sekarang ini, setiap hari, puluhan bahkan ratusan orang, mau dipasangi chip dalam tubuhnya. Bahkan pada tahun 2015 atau 2016, seluruh warga Amerika harus dipasangi chip seluruhnya. Jangan bilang bahwa Indonesia tidak. Di Indonesia juga sudah banyak yang dipasangi chip, tetapi tidak diekspos, dan masih banyak lagi yang mau untuk dipasangi chip. Kerajaan Inggris semuanya sudah dipasangi chip, padahal mereka masih keturunan orang Yahudi, tapi mereka mau dipasangi chip. Jadi kita sebagai anak-anak Tuhan harus senantiasa waspada dan berjaga-jaga, karena firman Tuhan bilang bahwa tubuh kita tidak boleh dipasangi chip. Kita harus berdoa agar ini semua bisa ditunda agar setan tidak bisa berlaku seenaknya. Oleh karena itu kita juga perlu berdoa untuk Indonesia dan seluruh dunia, jangan hanya mengurusi rumah tangga kita saja, dsb. Coba kita pikirkan baik-baik, walau pun kita punya harta benda banyak sekali pun, nanti saat pengangkatan, untuk siapa harta benda kita? Tidak akan kita bawa, ya paling buat orang-orang yang tertinggal, namun itu semua tidak ada artinya, sia-sia saja. Oleh karena itu Tuhan bilang bahwa kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, tidak usah khawatir dengan masa depan. Sudah jalani saja dan nikmati hidup ini bersama dengan Tuhan.

Kira-kira 5 tahun yang lalu, pak Daniel dan istri tidak punya banyak uang di tabungan, tidak ada 1 juta. Pada suatu saat, pak Daniel diminta untuk melayani di Australia dan diminta untuk memberikan print out rekening bank sebagai syarat untuk mengurus Visa. Pak Daniel bingung apa yang harus disampaikan karena di dalam rekening uang tidak sampai 1 juta, pihak kedutaan kemungkinan besar akan menolak. Tapi pak Daniel dalam iman bersama Tuhan tetap maju hingga wawancara dan saat wawancara print out buku tabungan tersebut tetap diajukan. Tetapi ajaibnya Tuhan, Visa tetap keluar. Dari situ pak Daniel belajar bahwa ikut dengan Yesus itu harus mengalami secara pribadi, bahwa:

  1. Mujizat Tuhan itu ada.
  2. Sikap hati atau motivasi kita harus tulus. Sikap hati kita jangan untuk menyenangkan daging atau diri kita sendiri. Pokoknya harus tulus mau mengikuti Yesus. Sering kali kita melakukan hal yang salah, tetapi kalau hati kita tulus untuk Tuhan, maka Tuhan akan perhitungkan. Contoh hati yang tidak tulus misalnya saat kita mau memberikan persembahan pada Tuhan, Tuhan suruh kita untuk memberikan 10 ribu, tetapi karena gengsi maka kita memberi 50 ribu. Atau kita perhitungan pada Tuhan mengenai pelipatgandaan. Hal tersebut tidak tulus. Orang yang tulus adalah menurut apa yang Tuhan mau, walau pun sakit dan berat. Ada kesaksian pemilik tour dan travel yang dipakai rombongan Bahtera untuk ke Israel yang dengan tulus hati beberapa kali membantu peserta tour yang mengalami masalah, bahkan sampai jika dihitung-hitung mereka merugi, tetapi ajaibnya Tuhan berikan segepok uang dollar di tempat penyimpanan uang mereka, dan mereka telah mengalami hal seperti ini hingga dua kali.

Jangan kita berkata: “Tuhan aku ini orang yang tidak punya, mana mungkin Tuhan akan berkati aku”. Itu kata-kata yang salah. Kita harus berkata: “Aku ini orang berkati!”, jangan tanya Tuhan dari mana berkatnya, sebab Tuhan sanggup memberkati. Pertolongan Tuhan itu sudah ada di depan kita, sehingga jangan kita gagalkan dengan kata-kata yang salah, jangan gagalkan karena tidak punya iman. Hati kita harus tulus, misalnya saat kita butuh mobil maka kita bilang pada Tuhan: “Tuhan, Engkau lihat aku butuh mobil, kalau memang sudah saatnya boleh kiranya Engkau berikan”. Jika kata-kata kita salah itu dapat membuat berkat yang seharusnya disediakan untuk kita menjadi tidak turun. Sekarang ini waktunya, Tuhan sudah mau datang, oleh karena itu semua janji-Nya harus segera digenapi.

Kita harus memiliki hati yang penuh kasih, terutama di akhir jaman ini, sebab di akhir jaman ini banyak kasih yang luntur. Jangan sampai iman kita juga luntur. Bagaimana supaya kasih dan iman kita tidak luntur? Jawabannya adalah jangan jauhkan diri kita dari persekutuan-persekutuan dan peribadatan orang yang seiman, orang yang satu visi. Kita perlu hidup mengalami dengan Yesus secara pribadi, bukan hanya teori. Hari-hari ini Tuhan sedang bukakan lebar-lebar kesempatan untuk mengalami sendiri berjalan bersama Yesus, iman kita akan semakin kokoh. Semua bilang:  “Yesus mati”, tetapi kita akan bilang: “Tidak! Yesusku hidup!”. Sekarang ini waktunya untuk kita responi, waktunya untuk kerja keras.

2 Raja-raja 6:1-2

Sudah waktunya kita bilang: “Tuhan, tempat kami sudah sesak!”, sudah waktunya setiap orang punya 1 visi untuk 1 orang bawa 10 jiwa, sehingga kita bisa berkata pada Tuhan: “Tuhan, tempat kami sudah sesak! Sudah tidak cukup lagi! Kami butuh tempat lagi yang lebih besar!”. Mari kita semua bekerja lebih keras lagi!

Matius 28:19

Jadilah saksi Tuhan sekarang ini, karena waktunya sudah sangat singkat. Ubahlah hidup kita, di mana pun kita hidup maka kia akan menjadi saksi dan bawalah jiwa-jiwa bagi Tuhan. Caranya adalah pergilah ke sungai Yordan (2 Raja-raja 6:2), artinya jangan pakai kekuatan kita sendiri, karena sungai Yordan artinya adalah sungai kematian. Ini berarti kita harus mengaktifkan Roh Kudus yang ada dalam hidup kita. Ayo kerja sama dengan Roh Kudus! Ijinkan Roh Kudus beracara dalam hidup kita! Kita harus bekerja sama, karena jika kita diam ya tidak akan terjadi apa-apa. Saat Roh Kudus bilang: “Pergilah ke rumah sakit, doakan orang-orang!”, ya kita lakukan. Jika Roh Kudus bicara: “Pergi ke mall, beritakan tentang Yesus pada orang itu!”, kita lakukan dengan taat. Banyak kesaksian tentang orang-orang yang hendak bunuh diri di mall atau di tempat lainnya, tetapi karena ada orang-orang yang digerakkan Roh Kudus untuk bersaksi, mereka tidak jadi bunuh diri dan terima Tuhan Yesus, bahkan beberapa menjadi hamba Tuhan. Banyak ladang yang harus kita kerjakan. Mari kita ke sungai Yordan dan bekerja, tetapi kedagingan kita harus mati dan yang ada adalah hidup bersama Roh Kudus, semua hanya karena Roh Kudus. Beberapa orang bilang kalau hidupnya mengalami penurunan, kita harus sadar bahwa penurunan itu diijinkan Tuhan agar kita mengubah sifat dan karakter kita. Jika kita ingin lebih sukses lagi, dalam bekerja kita jangan mencari uang untuk diri sendiri, jangan mencari uang untuk keluarga, buang semuanya! Yang harus kita lakukan:

  1. Kita harus punya iman, burung saja dipelihara apa lagi kita.
  2. Perkatakan: “Berkati aku Tuhan agar rencanamu terjadi dan aku jadi bendahara-Mu”.

Mulai hari ini, setiap ada tantangan jangan mundur, kita harus tetap maju terus! Jangan pernah merasa kalah! Apa pun bisa dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan. Kita harus percaya hidup kita itu hidup dengan mujizat, kenapa harus takut? Bangkitkan iman kita! Hidup seperti Kristus! Untuk jadi bendahara Tuhan syaratnya kita punya uang banyak ya harus berkorban lebih banyak, karena harta yang kita punya adalah kepunyaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s