6 Panggilan

mempelai-kristus

Selasa, 11 Maret 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

 

Roma 12:4-5

Adanya 6 panggilan bukan untuk mengganti 5 jawatan, tetapi untuk semakin memperlengkapi. Kita adalah 1 anggota tubuh, tetapi fungsinya berbeda-beda, setiap orang punya peranannya masing-masing, punya panggilannya masing-masing. Tuhan mengajari 6 panggilan ini agar kita membayar harganya lebih ringan. Kita dapat mengetahui panggilan kita dengan cara berdoa dan menyesuaikan dengan sifat, karakter, dan kelebihan kita yang paling mendekati dengan ciri-ciri dari masing-masing panggilan. 6 panggilan tesebut antara lain:

 

 1. Mempelai.

Yesaya 62:5

Dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa kita ini akan dijadikan mempelai-mempelainya Tuhan. Ada beberapa tokoh di Alkitab yang mempunyai panggilan sebagai mempelai, antara lain adalah: Esther, Maria saudara dari Marta dan Lazarus. Maria ini dapat memikat hati Tuhan, saat Lazarus mati maka reaksi Yesus terhadap Marta berbeda dengan terhadap Maria, bahkan hati Yesus sampai tersentuh. Salah satu ciri mempelai adalah mampu memikat hati Tuhan. Contoh lain dari panggilan mempelai adalah Yohanes murid Yesus, sebab dia adalah murid yang paling disayangi, bahkan dia dapat mendegarkan detak jantung Tuhan Yesus sendiri. Ciri dari mempelai antara lain adalah: mampu memikat hati Tuhan, menjaga kekudusan untuk memperoleh perkenanan Tuhan, hati berfokus hanya pada Tuhan, memiliki kesetiaan, dan tidak kenal kompromi. Seorang mempelai saat pagi-pagi buta dibangunkan Tuhan untuk doa, maka dia akan segera berdoa.

 

 2. Raja.

Amsal 25:2

Panggilan raja adalah bagi orang yang suka menyelediki sesuatu, suka belajar. Orang yang panggilannya raja dia orang yang berhikmat, suka menyelidiki segala sesuatu, dan tidak pernah cukup puas.

Amsal 21:1

Kita menjadi panggilan raja, kita harus fleksibel mengikuti apa yang Tuhan mau. Jika seorang raja tidak fleksibel mengikuti apa yang Tuhan mau, hati raja ini tidak akan melekat pada hati-Nya Tuhan, sehingga Tuhan dapat meninggalkan dia, dan ini dapat mengakibatkan adanya kekacauan pada negara yang dipimpin oleh raja tersebut. Tetapi apabila hati raja dapat fokus dan melekat erat dengan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kemanan dan kelimpahan pada negaranya. Seorang raja harus belajar untuk mengerti apa yang Tuhan mau.

Wahyu 3:21

Raja juga perlu yang namanya hikmat, yaitu Tuhan sendiri. Jika raja tidak berhikmat maka dia dapat dipermalukan. Seorang raja harus mampu menguasai banyak hal, pelajari semuanya, jangan malas untuk belajar. Saat kita mendapat panggilan sebagai raja, tidak selalu Tuhan itu mendiktekan apa yang harus kita lakukan, tetap kita harus mampu mengetahui apa isi hati Tuhan. Tuhan tidak akan berbicara gamblang seperti jika Tuhan berbicara kepada mempelai karena Tuhan anggap bahwa seorang raja itu harus berhikmat. Saat Tuhan bicara sepatah kata, maka seorang raja harus mengerti arahnya mau ke mana.

Amsal 16:15

Seorang raja harus mampu menjadi teladan di manapun dia berada, memberikan contoh dan pengaruh, sebab raja harus memiliki otoritas dan kuasa. Contoh raja dalam Alkitab antara lain: Daud, Salomo, raja-raja Yehuda, raja-raja Israel, bahkan Raja di atas segala raja yaitu Yesus. Seorang raja juga merupaka seseorang yang memiliki kharisma, dia seorang yang visoner, tahu kedepan itu seperti apa dan apa yang akan dikerjakan, wawasannya luas. Harga yang harus dibayar seorang raja agar mendapat perkenan Tuhan adalah seorang raja harus memiliki hati hineni, hati seorang hamba, memiliki kerendahan hati.

 

3. Tentara/prajurit.

Yoel 2:11

2 Timotius 2:3-4

Panggilan tentara harus tunduk dan tidak pernah memusingkan atas dirinya sendiri. Contoh panggilan tentara di dalam Alitab: Yosua dan Kaleb. Seorang tentara cara pandangnya berbeda sebab sepakat dengan apa yang Tuhan mau. Seorang tentara mampu dan berani menerobos daerah-daerah musuh, dia harus belajar peka sebab musuh kita bukanlah darah dan daging tetapi penghulu-penghulu di udara dan penguasa-penguasa di udara. Tentara harus di dalam ketepatan dan harus fokus seperti yang Tuhan mau. Biasanya tentara memiliki karunia-karunia Roh, semisal pengelihatan. Hal ini untuk mempersenjatai panggilan tentara untuk mendeteksi musuh-musuhnya. Panggilan tentara tidak memiliki rasa takut, berani mati. Seorang tentara juga harus memuaskan hati komandannya, yaitu Tuhan.

 

4. Pekerja/penuai.

Kejadian 39:6

2 Timotius 2:15

Seorang pekerja harus bekerja keras, belajar yang disiplin, memiliki rasa tanggung jawab yang besar, memiliki mutitasking, dan menjaga kekudusan (termasuk sikap, karakter, dan tindakan kita). Contoh pekerja dalam Alkitab: Yusuf.

 

5. Imam.

Ibrani 2:17

Panggilan imam memiliki kegemaran berdoa syafaat, memiliki belas kasihan (karena tugas imam adalah sebagai pendamai antara Tuhan dan manusia), menjaga kekudusan, dan ketika melihat orang salah maka dia akan bersyafaat. Contoh imam di Alkitab: Imam besar Harun, Samuel, Nehemia, Ezra, pada abdi Allah dan imam-imam lain. Imam tangannya gampang terulur saat melihat orang lain, sangat peduli dengan orang lain. Imam juga mudah mengampuni, mudah bertobat, selalu minta pendamaian dan pentahiran pada Tuhan.

 

6. Pilar/sokoguru.

Wahyu 3:12

Panggilan pilar adalah sebagai penopang di antara panggilan-panggilan yang lain, kegemarannya senantiasa suka duduk di kaki Tuhan, karakternya setia, sadar bahwa dia tidak mampu dan apa yang dia lakukan bukan karena kekuatannya sendiri melainkan hanya karena Tuhan semata, sadar bahwa semuanya hanya karena anugerah. Panggilan pilar senantiasa mendoakan panggilan-panggilan lainnya, pilar menopang panggilan-panggilan yang lainnya. Pilar memiliki tanggung jawab yang lebih daripada yang lainnya, mereka suka berlutut di hadapan Tuhan, suka membaca firman dan berdoa, pilar juga memiliki kesetiaan. Contoh pilar dalam Alkitab: Petrus, Yakobus, Yohanes, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Ruth, dan Nuh. Pilar tekun mengikuti apa yang Tuhan mau, karakternya tenang dan selalu tanya pada Tuhan, tidak gegabah, tidak panik. Pilar selalu menantikan respon dari Tuhan, jika Tuhan tidak menyuruh untuk melakukan sesuatu maka dia akan tetap diam menanti, karena pada akhirnya Tuhan ingin dia didapati setia. Ambisi pilar hanya ingin menyenangkan hati Tuhan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s