Persaudaraan yang Rukun

wpid-persaudaraan1

Minggu, 16 Maret 2014

 Ps. Jimmy Chandra Pillay

 

Mazmur 133:1-3

Kita semua harus hidup rukun. Ini bicara tentang hubungan kita dengan sesama, tetapi juga bicara tentang protokoler, karena bicara tentang kepala. Untuk kita dapat hidup rukun bersama diperlukan yang namanya kasih, harus saling mengerti satu sama lain, harus saling menghormati, diperlukan saling mengerti kita ditempatkan di mana, baru kerukunan dapat terwujud. Prinsipnya adalah pertama kali berkat itu datangnya dari kepala, tidak bisa janggut dulu atau pun tangan dulu. Banyak gereja yang tidak bisa rukun karena tidak mengerti bagaimana menempatkan dirinya masing-masing pada tubuh Tuhan. Saat kita ditaruh Tuhan di bawah atasan kita, maka kita harus abdikan diri di sana. Ini bukan saja bicara tentang tunduk dan taat saja, tetapi juga tentang masalah pengabdian. Pengabdian bicara tentang bagiamana pun latar belakang pemimpin kita, apa yang kita dapat atau tidak selama berada di bawah pemimpin kita, tetapi kita harus bisa taat mengabdi. Jika kita dapat mengabdi dengan baik maka kerukunan akan tercipta dan minyak dapat mengalir. Jika perkenanan Tuhan mengalir dalam hidup kita, maka akan terjadi perubahan nasib. Ester hanyalah gadis desa biasa dan dia adalah tawanan, tetapi saat perkenanan raja turun akan dia, maka terjadilah perubahan nasib. Jika kita bisa menempatkan diri dan respon hati kita bisa tepat seperti apa yang Tuhan mau, maka nasib kita bisa Tuhan ubah.

Banyak orang yang menutup mata, berpendapat bahwa Tuhan terpisah dari manusia, padahal Tuhan tidak bisa dipisahkan dari manusia. Pada saat manusia dapat hidup rukun dan tahu bagaimana menempatkan diri, maka Tuhan perintahkan berkat dan anugerahnya untuk datang sampai selama-lamanya. Ini merupakan ketentuan yang kekal. Ini merupakan salah satu syarat untuk masuk ke dalam kekekalan. Sering kali kita menutup mata atas perhatian kita terhadap sesama. Dalam Amsal, Tuhan sering kali mengkaitkan dirinya dengan raja, jangan memberontak kepada Tuhan dan kemudian juga jangan memberontak kepada raja. Dalam Alkitab, Tuhan Yesus juga mengkaitkan dirinya sendiri dengan orang lain. Saat Paulus menganiaya jemaat, Tuhan Yesus berkata: “Paulus, Paulus, mengapa engkau menganiaya Aku?”, padahal Paulus menganiaya orang lain tetapi memantul ke Tuhan. Untuk masuk ke dalam Kerajaan Tuhan, kita juga perlu mengerti tata kramanya, bagaimana sikap hati kita, bagaimana respon kita. Hal ini sangat menentukan berkat Tuhan diperintahkan untuk datang, kepada sikap hati yang seperti apa, kepada pribadi yang seperti apa, pada kelompok seperti apa.

Kadang kala ketika kita melihat pemimpin kita sedikit berada di bawah kita, maka kita kadang tidak dapat menghormati dia. Ada masanya kita akan dapat melihat kelemahan pemimpin kita, itu merupakan ujian bagi hidup kita. Dalam keluarga juga sama, Musa satu sisi dia adalah anak yang paling kecil, tetapi di hadapan Tuhan dia adalah pemimpin. Banyak kejadian saat hamba Tuhan melayani, di sana ada anaknya atau saudaranya yang tidak dapat membedakan antara urusan rumah tangga dan urusan saat menjabat sebagai hamba Tuhan. Kita harus mampu memilah-milah, karena ini sangat menentukan.

Ester 2:9

Anugerah artinya sekalipun kita memiliki kelemahan sebagai manusia, sekalipun kita tidak sanggup, tetapi anugerah akan mengangkat kita. Anugerah artinya bukan karena kekuatan atau kegagahan manusia, tetapi hanya karena Roh Tuhan saja. Dalam Pengkotbah dikatakan bahwa kemenangan perlombaan bukan karena orang yang cerdik, bukan tergantung pada orang yang kaya, tetapi tergantung pada waktu dan kesempatan. Saat menerima anugerah, kita akan diberikan waktu dan kesempatan terus menerus. Saat kita gagal Tuhan akan menyediakan banyak rancangan jika kita hidup dalam anugerah. Anugerah setiap orang berbeda, karena Tuhan mengasihi setiap kita tidak sama rata. Sebagai contoh kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus memiliki 3 murid favorit, yaitu Yohanes, Yakobus, dan Petrus. Jadi Tuhan mengasihi kita semua sama, tetapi yang membuat beda adalah respon setiap orang berbeda, dan itulah yang menentukan anugerah yang diterima setiap orang berbeda. Kadang orang hanya mau melakukan hal-hal yang besar dan hal-hal yang kecil tidak mau, kadang Tuhan melihat hal-hal yang kecil itu. Respon-respon yang kecil saja sangatlah menentukan. Setiap respon hati itu ditimbang. Tidak ada satu pun yang terlewatkan dari Tuhan.

Kadang saat kita melihat orang-orang tertentu kita merasa ingin memberkati dia, tetapi kita juga melihat ada orang-orang tertentu sering kita merasa tidak senang. Saat kita penuh anugerah maka wajah kita juga akan bersih, muka yang penuh anugerah, kemulian Tuhan bersinar. Alkitab berkata bahwa 1 hari sama dengan 1.000 tahun, di dalam hadirat dan perkenanan Tuhan, apa yang sepertinya sulit kita dapat bahkan serasa 1.000 hari dapat diselesaikan Tuhan dalam 1 hari.

Mazmur 81:14-16

Alasan kenapa Ester menerima anugerah Tuhan karena:

  1. Ester memiliki hati yang mau dibentuk, hati yang mau belajar, hati yang tunduk dan taat dengan mutlak. Mordekhai adalah sepupu Ester, tetapi saat Ester diangkat sebagai anak maka Ester tetap tunduk kepada Mordekhai. Ester juga tunduk kepada Hegai, sida-sida raja. Oleh karena itu, Ester menimbulkan kasih sayang setiap orang yang melihat dia. Ester menerima yang namanya favor of God dan favor of man. Kemakmuran dan kemurahan akan mengejar-kejar kita. Hati raja-raja ada berada di tangan Tuhan, oleh karena itu lekatkan hati kita kepada Tuhan. Mari perkatakan pada Tuhan bahwa kita mau taat, mau belajar, mau punya hati yang mau dididik artinya mau ditegur. Kalau seseorang ditegur malah membantah, marah, tidak bisa diberi tahu jangan harap kemurahan Tuhan turun atas mereka. Orang yang semakin kenal Tuhan akan semakin gampang ditegur. Saat Daud saat jatuh dan ditegur dia koyakkan pakaiannya sendiri dan menyesal serta bertobat, berbeda dengan Saul saat ditegur tidak mau bahkan sampai Samuel menggoyakkan pakaiannya. Bahkan Daud sampai menuliskan penyesalan atas dosa-dosanya pada Mazmur 51 sehingga dosa-dosa Daud dinyanyikan di depan khalayak ramai dan Daud makin merendahkan diri, ini yang membuat Tuhan makin jatuh cinta pada Daud. Ester sudah menjadi ratu pun tidak lupa diri, tetap tunduk pada Mordekhai. Hari-hari ini banyak pelayan-pelayan Tuhan yang tidak dapat tunduk pada gembalanya. Tuhan Yesus saat masih muda berada di depan alim ulama tetap tunduk pada perintah orang tuanya untuk pulang. Arti kata Mordekhai adalah mur. Ester perlu direndam selama 6 bulan di dalam mur. Arti lain dari Mordekhai adalah “orang yang kecil”, jadi kalau kita bisa taat pada orang yang kecil itu akan Tuhan hargai, sebab mudah bagi kita untuk dapat menghargai orang yang lebih besar bagi kita tetapi sulit untuk menghargai orang yang lebih kecil dari pada kita. Pada saat Tuhan bongkar kelemahan pemimpin kita, apakah kita masih dapat taat kepadanya? Jika kita dapat taat maka itu yang dinamakan abdi. Tidak peduli bagaimana keadaan kita, saat Tuhan tempatkan kita ada di mana, maka kita harus tanamkan diri kita, abdikan diri kita. Sebagai contoh saat kita inginkan urapan dari pak Daniel Tjipto, sedangkan kita ada di bawah pak Lukas Sutikno, saat kita tidak mau taat kepada pak Lukas Sutikno, maka kita juga tidak akan mendapat urapan dari pak Daniel Tjipto. Alkitab berkata: “Kejarlah kasih dan inginkan karunia”, ketika kita belajar untuk mengasihi maka karunia akan turun pada kita. Sekalipun kita ditempatkan Tuhan seperti antara Samuel dengan imam Eli, maka Tuhan akan tetap tanggung jawab selama kita tetap taat, karena tetap saja Samuel lebih rohani daripada imam Eli. Ester 6 bulan direndam mur. Mur itu harganya mahal, baunya harum, tetapi jika terkena kulit akan sangat menyakitkan, kulit ari kita bisa terkelupas tetapi dan sangat menyakitkan namun hal tersebut dapat menghaluskan kulit kita. Bayangkan, Ester 6 bulan direndam dengan minyak mur, itu pasti sangat menyakitkan, tetapi setelah semuanya selesai Ester tidak perlu memakai minyak wangi karena mur itu meresap ke dalam tubuhnya. Kemudian 6 bulan berikutnya Ester direndam dengan berbagai wewangian. Saat 6 bulan direndam dengan mur ini bicara tentang Tuhan menyiapkan landasan. Banyak dari kita yang ingin instan, tetapi itu tidak bisa tercapai sebelum kita lewati mur dalam hidup kita. Hal ini Tuhan ijinkan agar kita mempunyai landasan sehingga pada saat kita diberkati dan ditinggikan maka kita tidak akan lupa dari mana kita ini diambil. Dengan kata lain dalam 6 bulan pertama ini manusia lama kita dimatikan dan kemudian ada manusia baru 6 bulan kemudian. 6 juga artinya angka manusia, dan ada yang namanya manusia Allah. Kita adalah manusia Allah, tetapi untuk Allah tersebut muncul maka kemanusiaan kita harus dihabiskan dahulu. Saat kita bisa taat itu dapat melumerkan kesombongan kita, akan melumerkan semua hal yang keras dalam hidup kita. Kadang Tuhan ijinkan agar mata kita terbuka lebar untuk melihat ketidakbecusan pemimpin kita, tetapi justru saat itulah mur sedang mengalir dalam hidup kita. Banyak orang Kristen saat detik dia melihat kelemahan atasan maka pengabdiannya langsung turun. Nuh ketika berbuat dosa dia telanjang dan ketika Ham melihat bapanya dia menceritakan di luar, tetapi Sem dan Yafet tidak mau melihat ketelanjangan bapanya, mereka membentangkan kain untuk kemudian menutupi bapanya. Mereka berpendapat bahwa hal itu adalah urusan Nuh dengan Tuhan, sebab Tuhan yang angkat dia. Kasih menutupi pelanggaran. Sem dan Yafet tidak mengekspos pelanggaran bapanya, tetapi menutupinya.
  2. Kita harus tahu kapan harus menempatkan diri, kita harus tahu tata krama dalam Kerajaan Tuhan. Mordekhai di satu sisi adalah bapanya Ester, tetapi di satu sisi Ester adalah ratunya. Ester juga mempersembahkan persembahan kepada raja atas nama Mordekhai, Ester senang melihat Mordekhai naik. Tetapi banyak orang Kristen cemburu melihat saudaranya naik. Ketika kita melihat ada orang diangkat naik, bagaimanakah respon hati kita? Salah satu syarat kita dapat naik di hadapan Tuhan adalah bagaimana kita berkorban untuk orang lain, seperti saat Ester mempersembahkan persembahan kepada raja atas nama Mordekhai. Hubungan yang saling menghormati dan menghargai dapat membuat kerukunan dalam hidup kita, sebab setiap kita adalah bagian dari tubuh Tuhan. Walaupun setiap dari kita ada kelemahan, tetapi di balik kelemahan pasti ada kekuatan.
  3. Saat raja Ahasyweros berperang, maka pemerintahan diserahkan kepada Haman dan dia berhasil menjalankan pemerintahan dengan baik sehingga menghasilkan buah dan diangkat menjadi orang nomor dua di kerajaan tersebut. Saat ini kita diberikan tanggung jawab oleh Tuhan hingga Tuhan datang untuk yang kedua kali. Saat Tuhan datang nanti, apakah kita sudah menghasilkan buah? Saat Haman melihat Mordekhai tidak menghormati dia, maka Haman emosi. Kadang-kadang Tuhan minta sedikit kerendahan hati kita, apa sulitnya? Kadang-kadang Tuhan meminta hal yang simpel dalam hidup kita, dan hal yang simpel dapat menjadi kunci terobosan dalam hidup kita. Kerendahan hati dapat membuat semuanya jadi simpel. Kadang-kadang perkara itu kecil tetapi dengan adanya kesombongan maka perkara itu dapat menjadi besar, untuk itu perlu adanya respon dengan kerendahan hati. Ada orang yang menuntut orang terlalu lebih, sehingga mereka lupa dirinya sendiri juga sedang diproses. [1 Korintus 4:7] Setiap kita jangan tempatkan diri terlalu tinggi, sebab tempat paling aman adalah yang paling bawah. Kalau kita menempatkan diri di atas pada saat digeser jatuhnya sakit, tetapi jika posisi kita di bawah saat digeser tidak akan sakit. [1 Timotius 3:6-7] Akibat kesombongan akan membuat kerusakan pada hubungan kita dengan orang lain, akan merusak pelayanan kita. Tetapi kerendahan hati akan membuat segala hal menjadi simpel. Tuhan paling benci terhadap kesombongan. [Mazmur 19:13] Dosa kesombongan adalah dosa yang kurang ajar di hadapan Tuhan. Ciri orang yang sombong adalah tidak mengenal Tuhan, tetapi semakin kita mengenal Tuhan seharusnya kita semakin rendah hati.
  4. Haman tidak punya fast recovery (Ester 3:7). Saat ini banyak orang yang selalu mengingat-ingat kesalahan orang lain. Saat kita disakiti janganlah terlalu lama dirasakan, jangan diingat-ingat. Ingat, Tuhan punya time table, semua ada batasannya. Saat ada kepahitan, cepat kebaskan kepahitan itu, sebab kesanggupan kita dapat turun jika kita simpan kepahitan/luka dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s