Tuhan atau Mamon?

money-cross

1 April 2014

Ps. Lukas Sutikno Wijaya

Matius 6:19-21

Harta bukan hanya masalah uang, tetapi harta kita bisa jadi adalah hobi kita, kepandaian kita, tenaga kita, waktu kita, talenta kita, dan lain-lain. Tuhan bilang bahwa di mana harta kita berada di situlah hati kita berada. Artinya adalah setiap apa yang kita lakukan maka akan menunjukkan di mana sebenarnya hati kita berada. Sebagai contoh saat kita bilang: “Hatiku tertuju pada Tuhan”, namun pertanyaannya adalah: “Apakah kita sudah segenap hati tertuju pada Tuhan?”, apakah harta kita kita ini sudah kita serahkan sepenuhnya pada Tuhan?

Matius 6:22-24

Hidup kita tidak mengabdi kepada dua tuan: Tuhan atau Mamon? Jika hidup kita mengarah kepada Mamon, maka kita tidak akan bisa mengabdi di saat yang sama kepada Tuhan. Apakah artinya kemudian kita meninggalkan segala hal termasuk pekerjaan kita dan kemudian kita hanya berdoa saja kepada Tuhan? Jawabannya adalah tidak! Tetapi kita harus melakukan segala sesuatunya untuk Tuhan. Kita harus bekerja, namun kita bekerja untuk Tuhan. Kita harus belajar, namun kita belajar untuk Tuhan. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu untuk Tuhan maka kita akan dapat mengerti perbedaan antara orang dunia dengan anak-anak Tuhan. Ketika anak-anak Tuhan mengerjakan segala sesuatu maka semua tujuannya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Tetapi jika kita masih bekerja dengan fokus untuk kepentingan diri kita sendiri maka itu belu 100% untuk Tuhan.

Sebenarnya hidup kita ini sudah diatur oleh Tuhan agar kita ini memiliki hidup yang diberkati, Tuhan tidak pernah merancangkan untuk hidup kita ini menderita, walaupun kadang kala ada Tuhan ijinkan hidup kita untuk mengalami penderitaan dengan tujuan untuk mendidik kita, tetapi pada dasarnya Tuhan ingin memberkati hidup kita. Tuhan tidak cuma berhenti sekedar untuk memberkati, karena saat Tuhan memberkati ada tujuannya. Tapi sering kali anak-anak Tuhan ketika diberkati hanya berhenti untuk kehidupannya sendiri. Padahal saat anak-anak Tuhan diberkati maka tujuannya adalah untuk memperlebar Kerajaan Tuhan. Pada saat kita mengerti poin ini maka hidup kita akan bebas dari masalah keuangan dan masalah-masalah yang lain. Kenapa banyak dari kita mengalami masalah keuangan? Jawabnya adalah karena pada hakekatnya kita tidak mengerti kenapa hidup kita ini diberkati, keinginannya adalah untuk memperkaya diri sendiri. Jika hidup kita adalah untuk memperkaya diri sendiri maka hidup kita akan mengalami stress. Kita harus sadar bahwa kita ini hanya pengelola, harta adalah milik Tuhan. Saat kita setia pada hal yang kecil maka kita akan dipercayakan untuk mengelola hal yang besar. Tuhan akan merasa sedih jika hidup kita ini sedikit diberkati namun kemudian fokus hidup kita kembali kepada Mamon.

Mamon bukan hanya masalah uang. Contoh saat Tuhan mempromosikan pekerjaan kita, namun karena kita semakin sibuk maka kita melupakan waktu kita dengan Tuhan, hal ini membuat Tuhan sedih. Kita bekerja keras tidak masalah, namun yang menjadi masalah adalah ketika kita kerja keras maka fokus hidup kita ada di mana? Apakah untuk diri sendiri atau untuk Tuhan? Untuk mengetahuinya simpel, yaitu dari segala sesuatu yang kita berikan, karena itu merupakan cerminan hubungan kita dengan Tuhan. Di saat seperti inilah dapat menjadi barometer apakah hidup kita ini cinta uang atau tidak? Contohnya adalah saat kita mendapat tantangan untuk berkorban dan menabur, tanyalah Tuhan berapa yang harus kita tabur. Jangan kita hitung-hitungan dengan berkata/berpikir: “Kalau aku menabur sekian, besok makan apa?”. Jika kita masih hitung-hitungan dengan Tuhan maka tanpa sadar sebenarnya kita masih terikat. Jika kita flashback saat kita mengalami cinta mula-mula dengan Tuhan, apa pun akan kita berikan untuk Tuhan. Namun saat kita memikirkan hal-hal di luar Tuhan, maka fokus hidup kita akan tertarik kepada Mamon itu sendiri, dan hal tersebut akan membuat kita tidak bisa melakukan hal-hal yang lebih lagi bersama Tuhan. Dalam Alkitab tertulis: “Kumpulkan harta harta di Surga”, artinya lakukan segala sesuatu dalam ketepatan yang Tuhan mau, belajar tidak mencintai diri sendiri. Kita harus belajar tidak berdiri di atas dua perahu, harus memilih antara Tuhan atau Mamon, sebab yang satu akan lebih diperhatikan daripada yang lainnya.

Dalam berdoa seringkali kita ini meminta namun tidak tahu hasil akhir dari yang kita minta tersebut, sehingga sering kali saat kita meminta sesuatu dan dikabulkan oleh Tuhan namun pada akhirnya akan berkata: “Kok jadinya seperti ini”, dan akhirnya kita menjadi kecewa. Oleh karena itu, saat kita diproses oleh Tuhan, kita harus letakan hati kita dengan penuh kerelaan sehingga Tuhan nantinya akan membuat proses yang diberikan kepada kita akan menjadi terasa cepat. Memang secara daging hal tersebut tidak enak namun hasil akhirnya akan kita nikmati. Dalam melalui proses janganlah hitung-hitungan dengan Tuhan, cukup berserah penuh kepada Tuhan saja. Belajarlah menikmati apa yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita dan ikuti jalur yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Jika fokus kita bercabang antara apa yang Tuhan inginkan dengan kehendak kedagingan kita maka itu akan menyiksa hidup kita, akan ada gejolak yang bertentangan dalam hidup kita, dan jika ujungnya keinginan daging kita yang lebih kuat maka kita akan lari dari Tuhan.

Kita ini dipegaruhi oleh dua hukum: hukum supranatural dan hukum natural. Hukum natural hanya menggunakan logika, apa yang menjadi keinginan daging itulah yang dilakukan. Sedangkan jika kita fokusnya kepada Tuhan maka kita akan dapat berjalan di dalam hukum supranatural. Untuk lompat dari hukum natural ke hukum supranatural akan sangat susah karena logika akan sangat kuat. Mari kita belajar segalanya diserahkan secara penuh kepada Tuhan sehingga nantinya apa pun yang kita inginkan asalkan Tuhan berkenan maka prosesnya akan cepat. Hidup itu penuh anugerah dan mujizat, namun apakah mau untuk dilatih sejak awal oleh Tuhan. Ibarat belajar jalan, pasti ada proses jatuh dan bangun. Sering kali banyak orang hanya mau segera jalan tanpa mau melalui proses jatuh dan bangun. Ada bagian yang harus kita bayar, namun saat kita taat dan setia pasti sesuai kehendak Tuhan maka nantinya akan terjadi sesuatu yang ajaib, walau pun awalnya akan tidak enak bagi daging kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s