Kusta

the-four-lepers-that-discovered-the-empty-syrian-camp

6 April 2015

Ev. Nova Naomi Kumendong

2 Raja-raja 7:3-11

Kemenangan bukan karena hidup kita sempurna di mata Tuhan, bukan karena kita memiliki karunia-karunia yang hebat, tetapi kemenangan itu dapat kita capai jika kita bertindak seperti yang Tuhan mau. Tuhan tidak memilih seseorang karena orang tersebut sempurna, juga bukan karena orang tersebut dari latar belakang keluarga yang baik-baik. Namun di dalam Alkitab, Tuhan sering kali memilih orang yang berengsek, sebab Tuhan ingin menunjukkan bahwa bukan oleh keperkasaan, bukan oleh kekuatan, tetapi oleh tangan Tuhanlah mereka diangkat. Di hadapan Tuhan, saat kita merasa bahwa diri kita sempurna, itu seperti kusta di mata Tuhan. Kita ini tidak dapat mengatakan bahwa diri kita ini sempurna, sebab akan selalu ada kusta-kusta di hadapan Tuhan. Lebih baik kita kelihatan kusta, kelihatan berantakan, namun hati kita bersih di hadapan Tuhan.

Di antara kita selalu ada orang yang menjadi pendorong untuk maju. Namun ada juga orang yang menjadi penghambat untuk maju. Satu orang saja dapat membawa perubahan, tidak perlu untuk menunggu banyak orang untuk menciptakan perubahan. Empat orang kusta pada ayat di atas memilih untuk tidak mengasihi diri sendiri sebagai orang kusta, namun memutuskan untuk maju. Bahkan keputusan empat orang kusta ini membawa kemenangan bagi seluruh bangsa Israel. Saat masa lalu kita buruk maka kita kusta, saat kita pernah jatuh dalam dosa maka kita kusta, namun saat kita datang kepada Tuhan maka langkah kaki kita akan membuat perkemahan musuh hancur. Sekalipun kita memiliki kusta-kusta di masa lalu, kita harus berani berkata untuk meninggalkan kusta-kusta ini untuk maju ke medan pertempuran. Kemana pun kaki kita melangkah, jika disertai Tuhan, maka tempat itu akan menjadi milik kita. Seperti Elisa saat meminta Tuhan untuk membukakan mata Gehasi sehingga dia melihat pasukan yang dari Tuhan menyertai mereka, kita pun disertai oleh pasukan yang dari Tuhan. Pasukan yang menyertai kita lebih banyak daripada pasukan musuh. Saat kita masuk medan peperangan maka kita yang akan pertama kali akan menikmati jarahan.

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s